Current Issue

Vol 7 No 2 (2019): Journal of Tourism Destination and Attraction

Alhamdulillah, kami sampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan yang Maha Esa, perjumpaan kita pada Volume ke 7 No. 2 Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA) kali ini disertai dengan berita gembira, dengan telah diperolehnya sertifikat akreditasi bagi JTDA sebagai salah satu jajaran Jurnal Nasional Terakreditasi. Terimakasih kepada seluruh tim kerja redaksi, tim Mitra Bestari dan penulis-penulis yang telah memberikan kontribusi tulisannya ke jurnal JTDA. Semoga ke depan kami dapat lebih baik lagi dalam memberikan kepuasan pelayanan bagi pembaca dan penulis. Dalam edisi ke dua dari tahun 2019 ini, JTDA menyajikan enam tulisan dengan topik yang variatif yang sesuai dengan fokus dan scope JTDA dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunya yang terkait.

Setiawan Priatmoko, Yitno Purwoko, dan Anwani melalui artikel berjudul “Mitigasi Bencana Daerah Tujuan Wisata”, melakukan perbandingan tiga studi kasus penelitian di Pentingsari, Nglanggeran dan Penglipuran. Isu kebencanaan pada kawasan wisata akhir-akhir ini menjadi sorotan penting akibat adanya beberapa peristiwa bencana besar yang dialami berturut-turut di kawasan tujuan wisata di Indonesia. Artikel ini membahas tentang manfaat analisis Marketability, Sustainability, Participatory and Disaster Mitigation (MSPDM) yang dapat digunakan untuk menilai kesiapan (mitigasi) bencana pada kawasan Community-based Tourism (CBT). Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis MSPDM sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor mitigasi bencana di kawasan wisata.

Firra Kholisha, Fahrurozy Darmawan dan Devi Roza K. Kausar, dalam artikelnya yang berjudul “Analisis Service Experience Pada Pengguna Transportasi Bus Wisata Mpok Siti (Bus Jakarta Explorer)”, berusaha mengidentifikasi tingkat kesesuaian dan kinerja service experience dan menganalisis service experience yang diperoleh pengguna Bus Wisata Mpok Siti. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa service experience yang dianggap penting oleh pengguna bus wisata masih terfokus pada kemudahan berwisata dan daya tarik dari kondisi bus, dibanding pada unsur edukasi dalam berwisata. Di samping itu terdapat beberapa artikel yang mengkaji pengaruh pelayanan terhadap kepuasan, seperti artikel Fetty Nurmala Rossi dalam artikel “Pengaruh Kualitas Kinerja Terhadap kepuasan Peserta Pada Kegiatan Perjalanan Insentif Bank Permata ke Eropa” dan artikel Tuti Panghastuti dan Anwani dalam artikel “ Imej Destinasi Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Wisatawan Untuk Berkunjung Kembali”.

Fetty Nurmala Rossi membahas tentang hubungan antara kualitas kinerja terhadap kepuasan dalam konteks Perjalanan Insentif, yang menunjukan hasil bahwa kualitas kinerja dari perjalanan insentif ke Eropa berpengaruh terhadap kepuasan peserta. Sedangkan artikel Tuti Panghastuti dan Anwani bertujuan membuktikan bahwa keputusan yang tinggi tidak serta merta membentuk loyalitas yang tinggi. Dengan berfokus pada daerah tujuan wisata museum, menunjukkan hasil bahwa adanya pengaruh negatif manfaat yang dirasakan terhadap kepuasan wisatawan. Namun ada pengaruh positif imej yang dirasakan terhadap kepuasan wisatawan, adapun pengaruh positif manfaat dan imej yang dirasakan terhadap loyalitas wisatawan. Sementara Yansi Dwi Anggriana, Nicolas Krisianto A.P dan Adriana Aprilia dalam artikel “Penyampaian Keluhan Konsumen Surabaya di Hotel Bintang Lima “ lebih berfokus pada hal yang berkaitan dengan memenuhi ekspektasi konsumen Hasil penelitiannya menunjukkan adanya 12 faktor yang mendorong konsumen Surabaya menyampaikan keluhan terhadap hotel bintang lima.

Sebuah artikel yang ditulis oleh Yosi Erfinda, dengan judul “Skema Perekrutan Mahasiswa sebagai Tenaga Kerja Outsourcing Dalam Sebuah Event MICE” mengangkat tema yang sedikit berbeda dengan artikel lainnya yaitu tentang perekrutan sumber daya manusia dalam industri Meeting, Incentive, Convention & Exhibition (MICE). Namun MICE merupakan bidang pengelolaan yang terkini dalam dunia kepariwisataan dan memiliki prospek yang cukup menjanjikan dalam kemajuan pariwisata. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam sistem perekrutan tenaga kerja, dimana SDM menjadi faktor terpenting dalam suksesnya MICE. Tujuan lainnya adalah merekomendasikan sistem outsourcing yang dapat mengantisipasi atau memecahkan persoalan perekrutan SDM pada Professional Congress Organizer (PCO) maupun Destination Management Company (DMC) sebagai mitra industri yang memberi manfaat bagi kedua pihak. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua sumber sistem yang penting untuk dilakukan yaitu sistem internal dan eksternal dalam proses perekrutan outsourcing di bidang MICE, yang membenarkan teori Mondy (2008).

Published: 2019-12-31
View All Issues