• Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 8 No 1 (2020)

    Salam Wisata !

    Meski dalam kondisi krisis Pandemik Covid 19 ini, Alhamdulillah semangat berkarya penulis-penulis peneliti pariwisata tidak berkurang bahkan meningkat.  Kami mendapatkan lonjakan submit artikel yang lebih banyak dibanding edisi sebelumnya. Namun dengan sangat menyesal, tim direksi JTDA belum dapat mempublikasikan semua artikel yang masuk dalam berbagai alasan penyeleksian, diantaranya hasil cek prosentase similiaritas Turnitin yang masih melebihi standar JTDA, konten isi yang masih belum  sesuai dengan fokus dan scope jurnal  JTDA, sebagian masih dalam proses review yang membutuhkan waktu lebih panjang, selain penerimaaan artikel yang kurang dari tiga bulan sebelum penerbitan sehingga kurang cukup waktu dalam proses-proses yang diwajibkan sebagai persyaratan penerbitan E-journal. Artikel artikel yang masih dalam proses akan terus dilanjutkan untuk diterbitkan bulan Desember, sebagai terbitan ke dua tahun 2020 ini.

    Dalam edisi kali ini artikel-artikel yang dipublikasi dalam beberapa klasifikasi fokus penelitian yang menyangkut pengembangan destinasi, pengembangan masyarakat, dan pengelolaan usaha pariwisata. Titis Wiji Ahyati, Riza Firmansyah, Devi Roza K. Kausar, mendeskripsikan pelestarian warisan budaya di Museum Wayang dan menganalisis penilaian aset warisan budaya di Museum Wayang Kotatua Jakarta dengan menggunakan Market Appeal-Robusticity Matrix. Hasil pembahasan meliputi pemanfaatan bangunan cagar budaya yang dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan bagi agama, sosial, budaya dan masyarakat. Sementara Desnamita, Sarojini Imran, dan Yustisia Pasfatima Mbulu, dengan studi kasus di Kampung Pulo Geulis. di Kota Bogor melihat bahwa kreativitas masyarakat dan partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk menciptakan atraksi baru agar destinasi wisata kampung tematik tetap hidup dan berkelanjutan.  Hipolitus K. Kewuel, Irsyad Martias, Aji Prasetya W.U, dkk, mengeksplorasi potensi atraksi pariwisata di Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitiannya  mengimplementasikan wawasan ekowisata berbasis masyarakat dengan mempratikkan pemetaan partisipatif. Sebagai hasilnya, pemetaan partisipatif dalam riset ini mengungkapkan keanekaragaman potensi atraksi pariwisata. Sementara Susilo Budi Winarno dan Tuti Panghastuti mengkaji potensi, permasalahan dan solusi yang mendasari pentingnya pengembangan agrowisata salak pondoh di Kabupaten Sleman berdasarkan hak indikasi geografis. Roels Ni Made Sri Puspa Dewi meneliti dampak pengembangan agrowisata terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal Kampung Flory Sleman, Yogyakarta.

    Artikel lainnya berfokus pada penelitian pengelolaan industri pariwisata, seperti Hadi Jatmiko dan Syah Riza Octavy Sandy melihat semakin maraknya pengelolaan bisnis berbasis syariah Khusus pada sektor pariwisata, yang tidak terlepas dari bisnis akomodasi, penelitiannya  bertujuan untuk mengetahui potensi dan urgensi pengembangan perhotelan berbasis syariah di Kota Jember, guna mengetahui persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap potensi pengembangan perhotelan berbasis syariah. Sementara Suci Sandi Wachyuni dan Kadek Wiweka menguji kepuasan wisatawan (konsumen) dalam menggunakan Agoda untuk pemesanan hotel. Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata turis cukup puas dengan layanan Agoda dalam memesan hotel. Namun Agoda perlu melakukan upaya untuk menarik wisatawan, terutama dalam meningkatkan citra merek Agoda. Levyda Levyda, Giyatmi Giyatmi, dan Kania Ratnasari mengidentifikasi wisata kuliner di Pulau Bangka berdasarkan paket-paket yang ditawarkan oleh tour operator.

    Demikian sekilas artikel-artikel yang dipublikasikan pada edisi ini, Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya bagi para penulis atas kerjasamanya.   Terimakasih juga kami ucapkan kepada kepada seluruh tim kerja redaksi, tim Mitra Bestari yang telah membantu terwujudnya terbitan journal edisi ke-1 tahun 2020 ini. Semoga ke depan kami dapat meningkatkan lagi pelayanan baik kuantitas maupun kualitas dalam memberikan kepuasan  bagi pembaca dan penulis. Dalam edisi pertama dari tahun 2020 ini, JTDA menyajikan delapan tulisan dengan topik yang variatif yang sesuai dengan fokus dan scope JTDA dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunya yang terkait.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 7 No 2 (2019)

    Alhamdulillah, kami sampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan yang Maha Esa, perjumpaan kita pada Volume ke 7 No. 2 Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA) kali ini disertai dengan berita gembira, dengan telah diperolehnya sertifikat akreditasi bagi JTDA sebagai salah satu jajaran Jurnal Nasional Terakreditasi. Terimakasih kepada seluruh tim kerja redaksi, tim Mitra Bestari dan penulis-penulis yang telah memberikan kontribusi tulisannya ke jurnal JTDA. Semoga ke depan kami dapat lebih baik lagi dalam memberikan kepuasan pelayanan bagi pembaca dan penulis. Dalam edisi ke dua dari tahun 2019 ini, JTDA menyajikan enam tulisan dengan topik yang variatif yang sesuai dengan fokus dan scope JTDA dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunya yang terkait.

    Setiawan Priatmoko, Yitno Purwoko, dan Anwani melalui artikel berjudul “Mitigasi Bencana Daerah Tujuan Wisata”, melakukan perbandingan tiga studi kasus penelitian di Pentingsari, Nglanggeran dan Penglipuran. Isu kebencanaan pada kawasan wisata akhir-akhir ini menjadi sorotan penting akibat adanya beberapa peristiwa bencana besar yang dialami berturut-turut di kawasan tujuan wisata di Indonesia. Artikel ini membahas tentang manfaat analisis Marketability, Sustainability, Participatory and Disaster Mitigation (MSPDM) yang dapat digunakan untuk menilai kesiapan (mitigasi) bencana pada kawasan Community-based Tourism (CBT). Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis MSPDM sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor mitigasi bencana di kawasan wisata.

    Firra Kholisha, Fahrurozy Darmawan dan Devi Roza K. Kausar, dalam artikelnya yang berjudul “Analisis Service Experience Pada Pengguna Transportasi Bus Wisata Mpok Siti (Bus Jakarta Explorer)”, berusaha mengidentifikasi tingkat kesesuaian dan kinerja service experience dan menganalisis service experience yang diperoleh pengguna Bus Wisata Mpok Siti. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa service experience yang dianggap penting oleh pengguna bus wisata masih terfokus pada kemudahan berwisata dan daya tarik dari kondisi bus, dibanding pada unsur edukasi dalam berwisata. Di samping itu terdapat beberapa artikel yang mengkaji pengaruh pelayanan terhadap kepuasan, seperti artikel Fetty Nurmala Rossi dalam artikel “Pengaruh Kualitas Kinerja Terhadap kepuasan Peserta Pada Kegiatan Perjalanan Insentif Bank Permata ke Eropa” dan artikel Tuti Panghastuti dan Anwani dalam artikel “ Imej Destinasi Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Wisatawan Untuk Berkunjung Kembali”.

    Fetty Nurmala Rossi membahas tentang hubungan antara kualitas kinerja terhadap kepuasan dalam konteks Perjalanan Insentif, yang menunjukan hasil bahwa kualitas kinerja dari perjalanan insentif ke Eropa berpengaruh terhadap kepuasan peserta. Sedangkan artikel Tuti Panghastuti dan Anwani bertujuan membuktikan bahwa keputusan yang tinggi tidak serta merta membentuk loyalitas yang tinggi. Dengan berfokus pada daerah tujuan wisata museum, menunjukkan hasil bahwa adanya pengaruh negatif manfaat yang dirasakan terhadap kepuasan wisatawan. Namun ada pengaruh positif imej yang dirasakan terhadap kepuasan wisatawan, adapun pengaruh positif manfaat dan imej yang dirasakan terhadap loyalitas wisatawan. Sementara Yansi Dwi Anggriana, Nicolas Krisianto A.P dan Adriana Aprilia dalam artikel “Penyampaian Keluhan Konsumen Surabaya di Hotel Bintang Lima “ lebih berfokus pada hal yang berkaitan dengan memenuhi ekspektasi konsumen Hasil penelitiannya menunjukkan adanya 12 faktor yang mendorong konsumen Surabaya menyampaikan keluhan terhadap hotel bintang lima.

    Sebuah artikel yang ditulis oleh Yosi Erfinda, dengan judul “Skema Perekrutan Mahasiswa sebagai Tenaga Kerja Outsourcing Dalam Sebuah Event MICE” mengangkat tema yang sedikit berbeda dengan artikel lainnya yaitu tentang perekrutan sumber daya manusia dalam industri Meeting, Incentive, Convention & Exhibition (MICE). Namun MICE merupakan bidang pengelolaan yang terkini dalam dunia kepariwisataan dan memiliki prospek yang cukup menjanjikan dalam kemajuan pariwisata. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam sistem perekrutan tenaga kerja, dimana SDM menjadi faktor terpenting dalam suksesnya MICE. Tujuan lainnya adalah merekomendasikan sistem outsourcing yang dapat mengantisipasi atau memecahkan persoalan perekrutan SDM pada Professional Congress Organizer (PCO) maupun Destination Management Company (DMC) sebagai mitra industri yang memberi manfaat bagi kedua pihak. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua sumber sistem yang penting untuk dilakukan yaitu sistem internal dan eksternal dalam proses perekrutan outsourcing di bidang MICE, yang membenarkan teori Mondy (2008).

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 7 No 1 (2019)

    Cover_Depan-JTDA.jpg

    Jumpa lagi di volume ketujuh nomor satu,  Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA). Mengawali edisi pertama di tahun 2019 ini, JTDA menyajikan lima tulisan dengan tema besar pariwisata berbasis masyarakat, ekowisata dan wisata edukasi dengan lokus dan isu yang beragam.

    Andri, Nungky Puspita, dan Fahrurozy Darmawan melalui artikel berjudul Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat di Pulau Untung Jawa menganalisis pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) sebagai sebuah pendekatan dalam pengembangan pariwisata yang dinilai sebagai jawaban alternatif dari pengembangan pariwisata yang selama ini telah dikenal luas. Artikel ini menawarkan strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan Fiqriena Anggun  Tyastity  dan Yustisia Pasfatima Mbulu membahas Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Masyarakat di Rungkut Surabaya, yang memanfaatkan mangrove sebagai bahan baku makanan dan minuman sehingga menjadi daya tarik wisata kuliner. Partisipasi masyarakat masih menjadi tema utama pada artikel berjudul Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Alam di Curug Bidadari Sentul, Bogor, oleh Intan Rachmawati dan Riza Firmansyah. Sebagai daya tarik yang baru berkembang di kawasan Sentul, Bogor, peran masyarakat dalam menyediakan berbagai jasa dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan menarik untuk dikaji.

     Pengembangan program interpretasi pada kawasan Citamiang, Bogor, menjadi rekomendasi dari artikel berjudul Perencanaan Program Interpretasi Untuk Mendukung Kegiatan Ekowisata Di Citamiang Bogor oleh Widya Weullas, Meizar Rusli dan Devi Roza K. Kausar. Perencanaan program interpretasi tersebut disusun dengan terlebih dulu melakukan analisis Fishbein untuk mengetahui sikap dan kepercayaan wisatawan terhadap daya tarik dan fasilitas yang ada di Citamiang. Program interpretasi yang direkomendasikan pada artikel Weullas dan kawan-kawan sarat dengan muatan edukasi. Wisata edukasi juga menjadi menjadi topik artikel dari Jody Darmawan dan Hindun Nurhidayati, berjudul Strategi Pengembangan Kampung 99 Pepohonan Sebagai Daya Tarik Wisata Edukasi Di Kota Depok.

    Semoga semua  sajian ini bermanfaat dan selamat membaca.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 6 No 2 (2018)

    Combine_Cover_Vol_VI_No_21.jpg

    Volume keenam nomor dua Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA) kali ini menampilkan lima tulisan dari hasil penelitian dengan berbagai topik. Dilla Nur Fadilla and Fahrurozy Darmawan melalui artikel berjudul Pengembangan Aksesibilitas Transportasi Pariwisata Pulau Pramuka Kepulauan Seribu mengulas kekuatan dan kelemahan aksesibilitas dan transportasi ke dan di Pulau Pramuka. Aksesibilitas merupakan salah satu dari empat komponen utama destinasi, oleh karena itu kualitasnya sangat berpengaruh sebagai faktor penarik bagi wisatawan ke suatu destinasi. Sementara Nahri Nurul Azriati bersama Devi Kausar meneliti tentang Pengembangan Potensi Wisata Agro di Kawasan Condet Kelurahan Balekambang, Jakarta Timur.

    Tiga artikel lainnya mengangkat tema besar pemasaran pariwisata dengan satu artikel yang membahas brand image dan dua artikel yang sama-sama membahas electronic word of mouth pada lokus yang berbeda. Vegita  Muflikhah dan Yustisia Pasfatima Mbulu dalam artikel berjudul Pengaruh Electronic Word Of Mouth di Media Sosial Instagram dan Atribut Produk Wisata terhadap Keputusan Berkunjung di Floating Market Lembang mencoba mengukur kombinasi dari aktivitas promosi di media sosial dan atribut produk terhadap keputusan berkunjung. Sedangkan Miftakhul  Noviyanti dan Nungky Puspita mengangkat judul Pengaruh Electronic Word Of Mouth di Instagram terhadap Destination Image di Farmhouse Susu Lembang, Bandung. Annisa Rizkia Arif dan I Made Adhi Gunadi dalam artikel berjudul Pengaruh Brand Image dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Berkunjung ke Resto Foresthree mengukur pengaruh dari komponen brand image dan kualitas produk yang keduanya memegang peranan penting dalam keputusan konsumsi produk kuliner pada sebuah restoran sedang digemari, terutama oleh konsumen usia muda.

    Semoga tulisan dengan beragam tema ini bermanfaat bagi para pembaca yang tertarik pada bidang perencanaan, pengelolaan, dan pemasaran destinasi dan atraksi pariwisata. Selamat membaca!

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 6 No 1 (2018)

    Combine_Cover_Vol_6_No_1.jpg

    Volume keenam nomor satu Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA) merupakan volume pertama di tahun 2018. Kali ini JTDA menampilkan lima tulisan dari hasil penelitian dengan berbagai topik namun tetap dalam lingkup destinasi dan atraksi pariwisata.

    Novinda Mellina dan Yustisia Pasfatima Mbulu menganalisis pengalaman wisatawan Nusantara terhadap Destinasi Dark Tourism dengan mengambil studi kasus  bangunan bersejarah di Lawang Sewu, Sedangkan Kresna Agung Wisesa dan I Made Adhi Gunadi mengangkat topik Creativity Based Tourism di Kampung Kreatif Dago Pojok, Bandung dan mengkaji produk pariwisata karya para artisan (seniman) dan pelaku pariwisata pada kawasan wisata tematik tersebut. Kekayaan budaya Sunda menjadi salah satu inspirasi bagi para seniman dan pelaku pariwisata di Kampung Kreatif Dago Pojok. Faktor penarik dan pendorong sebuah destinasi juga dibahas dalam studi kasus Jazz Gunung Bromo dalam artikel berjudul Faktor Pendorong dan Penarik Wisatawan terhadap Jazz Gunung Bromo sebagai Atraksi Music Tourism di  Jawa Timur oleh Dhea Azhar Melati Putri, Hindun Nurhidayati, dan Yustisia Pasfatima Mbulu.

     Clara Mutiara dan Riza Firmansyah dalam artikelnya yang berjudul Pemilihan Kawasan Wisata Kuliner sebagai Daya Tarik Wisata di Kota Bogor (Studi Kasus: Kawasan Kuliner Bogor Utara), mengkaji berbagai alternatif yang mempengaruhi keputusan mengenai kawasan wisata kuliner yang potensial untuk menjadi daya tarik wisata di Bogor Utara.

    Kampoeng Wisata Cinangneng, Bogor, yang juga mengangkat budaya Sunda dibahas pengembangannya menurut tipe-tipe wisatawan dalam artikel berjudul Pengembangan Kampoeng Wisata Cinangneng Berdasarkan Tipologi Wisatawan oleh Syawaliyah Ulfah dan Meizar Rusli.

    Semoga semua  sajian ini bermanfaat dan selamat membaca.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 5 No 2 (2017)

    Cover_JTDA_Vol_IV1.jpg

    Volume kelima nomor dua Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA) menampilkan lima tulisan dengan tema besar terkait perencanaan, pengelolaan dan pemasaran destinasi, atraksi serta industri pariwisata.

    Gina Amalia, Fahrurozy Darmawan, dan Yuwana M. Marjuka dalam artikelnya yang berjudul Analisis AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) pada Pengunjung The Lodge Maribaya Lembang mengkaji bagaimana pengunjung The Lodge Maribaya Lembang memperhatikan produk, (Attention), mempunyai ketertarikan (Interest), mengumpulkan informasi (Search), membuat sebuah keputusan untuk berkunjung (Action), dan akhirnya menyampaikan informasi dengan mengirim komentar dan tayangan di Internet (Sharing). Penelitian ini menunjukkan bagaimana AISAS sebagai konsep pemasaran yang sesuai dengan era digital telah diaplikasikan pada atraksi pariwisata.

    Yunika Dortina dan Yustisia Pasfatima Mbulu melakukan penelitian mengenai Pengaruh On Time Performance terhadap Minat Beli Ulang Pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. On time performance sebagai salah satu indikator kinerja maskapai penerbangan tentunya merupakan daya tarik bagi konsumen untuk menggunakan kembali maskapai penerbangan tersebut.

    Dua artikel lainnya mengangkat topik perencanaan pariwisata dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat yang membantu pengambilan keputusan dan penetapan prioritas. Akbar Tribowo, M. Yuwana Marjuka, dan Devi Roza K. Kausar dalam artikel Pemilihan Pantai Prioritas dengan Prinsip Community Based Tourism di Kawasan Clungup Mangrove Conservation, Dusun Sendangbiru, Kabupaten Malang, menggunakan AHP untuk menentukan pantai yang lebih prioritas untuk dikembangkan terlebih dulu dengan memperhatikan kriteria pariwisata berbasis masyarakat. Sedangkan Citra Ayunda Permata dan Meizar Rusli mengaplikasikan AHP pada Pemilihan Taman Kota sebagai Daya Tarik Pariwisata Perkotaan Berdasarkan Motivasi Kegiatan.

    Partisipasi masyarakat merupakan hal yang penting pada pengelolaan pariwisata, termasuk pada penyelenggaraan event sebagai atraksi pariwisata. Indri Dwi Hartono dan Riza Firmansyah dalam artikel Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Festival Palang Pintu sebagai Atraksi Wisata Budaya di Kawasan Kemang Jakarta Selatan meneliti partisipasi masyarakat dalam event yang mengangkat tradisi Betawi tersebut.

    Semoga semua  sajian ini bermanfaat dan selamat membaca.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 5 No 1 (2017)

    Cover_JTDA_Vol_5_no_11.jpg

    volume kelima nomor satu Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA). Mengawali edisi pertama dari tahun 2017 ini, JTDA menyajikan lima tulisan dengan topik yang variatif namun masih dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunyayang terkait.
    Heryanti Utami melalui artikel berjudul “Pengembangan Potensi Ekowisata Desa Malasari, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor” menganalisis pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) sebagai sebuah pendekatan dalam pengembangan pariwisata yang dinilai sebagai jawaban alternatif dari pengembangan pariwisata yang selama ini telah dikenal luas. Artikel ini membahas mengenai masyarakat Desa Malasari yang berada di dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selama ini, masyarakat menggunakan kawasan Taman Nasional untuk kepentingan mata pencaharian, terutama yang berhubungaan dengan hasil hutan. Dalam perkembangan selanjutnya dengan potensi alaminya, pariwisata menjadi solusi alternatif bagi masyarakat Desa Malasari. Sementara Mordahai Siburian, Devi Roza K. Kausar dan Riza Firmansyah membahas tentang Strategi Pengembangan Wisata Edukasi Di Godong Ijo Depok Dengan Experiential Marketing. Penelitian ini membahas tentang penggunaan konsep experiential marketing yang menekankan pada keterlibatan konsumen secara aktif melalui penggunaan panca indera, emosi dan pikiran yang dianggap sesuai dengan karakteristik program wisata edukasi Godong Ijo yang melibatkan pengunjung atau wisatawan secara aktif.
    Anggi Khoirunnisa, Devi Roza K. Kausar dan Yustisia P. Mbulu dalam artikelnya membahas tentang pengaruh aplikasi Safe Travel dalam keputusan berwisata ke luar negeri untuk pencarian dan pemesanan tiket pesawat dan modal transportasi lainnya serta akomodasi. Selain itu, aplikasi yang diluncurkan oleh Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) ini berisi informasi praktis yang diperlukan oleh warga negara Indonesia yang akan atau sedang bepergian di luar negeri untuk keperluan spesifik yang terdapat pada fitur darurat. Nungky Puspita, Yuwana M. Marjuka dan Meiti Azmi Efenly menganalisis Peranan Kelompok Sadar Wisata GerudeCare Belitong Dalam Pengembangan Destinasi Wisata Tanjung Kelayang. Penelitian ini membahas tentang pengembangan pariwisata yang ada di pantai Tanjung Kelayang telah melibatkan masyarakat, ini menunjukan bahwa konsep community based tourism sebagai salah satu konsep pengembangan pantai Tanjung Kelayang sudah berjalan. Masyarakat sekitar pantai Tanjung Kelayang sudah terlibat dalam kegiatan pengembangan pariwisata. Yustisia Pasfatima Mbulu, Raisya Kurnia Maidina dan Nungky Puspita membahas tentang Pengaruh Type Hedonic Shopping Motivation Terhadap Keputusan Berkunjung Tourist Shopper, dengan Studi Kasus di Grand Indonesia Shopping Town. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara type hedonic shopping dengan keputusan berkunjung di Grand Indonesia Shopping Town.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 3 No 1 (2015)

    cover_issue_50_en_US.jpgVolume Ketiga Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA). Mengawali edisi pertama dari tahun 2015 ini, JTDA menyajikan lima tulisan dengan topik yang variatif namun masih dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunya yang terkait.

    Edriana Pangesttuti melalui artikel berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Saing Heritage Tourism di Jawa” menganalisis tentang faktor mengembangkan model konseptual yang komprehensif dan holistik yang meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi destination competitiveness dalam konteks heritage tourism. Artikel ini menunjukkan bahwa wisatawan (domestik dan mancanegara) menganggap bahwa image suatu destinasi merupakan faktor terpenting dalam mengukur destination competitiveness daripada kualitas layanan. Sementara Siska Rosalisa, Made Adhi Gunadi, Meizar Rusli membahas tentang Strategi pemasaran kawasan pecinan Suryakencana Bogor sebagai destinasi wisata budaya dimana mayoritas wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas Suryakencana yang datang dari Bogor dan Jakarta bersama keluarga dengan membawa anak-anaknya.

    Shinta Oktaviani, Meizar Rusli, Nungky Puspita dalam artikelnya membahas tentang Strategi pengembangan atraksi wisata budaya di Museum Indonesia TMII sebagai sumber pembelajaran dan Phoa Jocelyn Azelia Pandy dan Michael Ricky Sondak mengangkat pengaruh brand association, brand loyalty, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian di Restoran Zangrandi Surabaya. Sedangkan Erna Ervina Wati menganalisis suvenir sebagai salah satu produk kreatif yang dapat membentuk image dalam kaitannya dengan peningkatan daya saing.Artikelnya berjudul “Kajian Produk Kreatif Sebagai Salah Satu Komponen Pembentuk Citra Pariwisata Jakarta Dalam Meningkatkan Daya Saing”.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 2 No 1 (2014)

    cover_issue_47_en_US1.jpgJumpa lagi di Volume Kedua  Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA). Mengawali edisi pertama dari tahun 2014 ini, JTDA menyajikan lima tulisan dengan topik yang variatif namun masih dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunya yang terkait.

    Faurani Santi melalui artikel berjudul “Faktor-Faktor Penentu Aliran Permintaan dan Penawaran Investasi, Barang dan Jasa Pariwisata Indonesia” menganalisis aliran investasi (inward-outward), dan pengaruh perdagangan internasional dari sektor pariwisata Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Artikel ini dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dampak ekonomi pariwisata di Indonesia sebagai sebuah destinasi. Sementara Julita menganalisis peran sebuah museum yang berada di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta sebagai atraksi pariwisata dengan melakukan valuasi nilai ekonomi dari museum tersebut pada artikelnya yang berjudul “Peranan Museum Indonesia Sebagai Atraksi Wisata Melalui Pendekatan Total Nilai Ekonomi.”

    Dari Sumatra Utara, Haris Sutan Lubis, Samerdanta Sinulingga, Arwina Sufika, dan Noercahaya Bangun mengangkat upaya pengembangan desa wisata beserta segala peluang dan permasalahannya dalam artikel “Potensi Desa Doulu Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.” Sementara pada konteks perkotaan, artikel Rosmawaty Anwar berjudul “Model Konseptual Pengembangan Wisata Bahari Secara Berkelanjutan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Makassar” membahas potensi wisata bahari dan permasalahan lingkungan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kota Makassar serta sebuah model untuk pengembangan secara berkelanjutan.

    Topik-topik yang ditampilkan pada edisi ini semakin diperkaya oleh artikel Meizar Rusli yang berjudul “Metode Pengelolaan Kebun Raya Melalui Pendekatan Corporate Social Responsibility dalam Upaya Penerapan Pariwisata Berbasis Tri Hita Karana.” Artikel ini mengkaji Kebun Raya Bogor sebagai atraksi pariwisata melalui sudut pandang yang sedikit berbeda, yaitu dari sisi keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, lingkungan, dan sesamanya. Artikel ini juga menawarkan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu bentuk pengelolaan yang ideal untuk mewujudkan keseimbangan tersebut.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 2 No 2 (2014)

    Cover_Vol.II_No_.2_Des_2014_.jpg

    Hampir di penghujung tahun 2014, edisi kedua pada Volume Kedua Journal of Tourism Destination and Attraction kembali hadir dengan hasil-hasil penelitian yang menarik dalam lingkup destinasi dan atraksi pariwisata. Naomi Heumasse, Rosmawaty Anwar dan Nungky Puspita dalam artikel berjudul “Desain Kebijakan Pulau Harapan Dalam Pengembangan Wisata Bahari dengan Menggunakan Interpretative Structural Modeling” mengkaji alternatif-alternatif yang dapat dipilih dalam merancang kebijakan pengembangan wisata bahari di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, yang dipengaruhi oleh kondisi sumberdaya alam, potensi wisata bahari dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sementara dalam konteks partisipasi masyarakat pada pengelolaan atraksi wisata budaya, Gagih Pradini, Devi Roza K. Kausar, dan Faruk Alfian mengangkat isu pariwisata berbasis masyarakat pada artikel “Manfaat dan Hambatan Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan”. Kemudian masih pada lingkup atraksi wisata di DKI Jakarta, Rizka Novi Irianti, Nungky Puspita dan Made Adhi Gunadi mengangkat topik pengelolaan pengunjung pada artikel berjudul “Pengaturan Pengunjung dan Kenyamanan Wisatawan di Atraksi Wisata Taman Margasatwa Ragunan”. Sedangkan Mochamad Dicky Dewatara, Made Adhi Gunadi, dan Yustisia P. Mbulu, mencoba mengkaji peran media sosial dalam meningkatkan animo pengunjung pada artikel “Promosi Melalui Media Sosial Facebook dan Twitter dan Pengaruhnya terhadap Kunjungan Wisatawan di Jungleland Adventure Theme Park.” Dari Surabaya, Michael Ricky Sondak dalam artikelnya “Creative Problem Solving sebagai Media Pengembangan (Studi Kasus pada Mata Kuliah Introduction to Culinary Business Environment di Culinary Business Department Universitas Ciputra Surabaya)” membahas hasil penelitian dengan metode classroom action research yang menyimpulkan bahwa metode pembelajaran creative problem solving dapat menjadi titik awal pengembangan suatu produk kuliner. Artikel tersebut turut memperkaya edisi ini karena mengangkat topik pengembangan kuliner yang merupakan bagian dan kekhasan sebuah destinasi pariwisata.

  • Journal of Tourism Destination and Attraction
    Vol 1 No 1 (2013)

    Cover_Depan.jpg

    Selamat datang pada edisi perdana Journal of Tourism Destination and Attraction.

    Publish or perish, demikian ungkapan yang populer di dunia akademik, untuk menggambarkan kewajiban akademisi mempublikasikan penelitian dan karya ilmiahnya. Sebagai ilmu yang baru saja beberapa tahun diakui secara formal di Indonesia sebagai ilmu mandiri yang sejajar dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, publikasi ilmiah pariwisata saat ini masih terbatas jumlahnya. Untuk itu Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila tergerak menerbitkan jurnal yang khususnya ingin menjadi wadah publikasi bagi kajian dan penelitian di bidang destinasi dan atraksi pariwisata. Kekhususan kepada kedua bidang tersebut juga bertujuan untuk memperkaya khazanah jurnal pariwisata di Indonesia yang sebagian besar pada saat ini mencakup kepariwisataan secara umum dan hospitality. Journal of Tourism Destination and Attraction direncanakan terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini juga dirancang untuk dapat menerbitkan artikel dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

    Pada edisi perdana ini, Journal of Tourism Destination and Attraction menyajikan beberapa artikel tentang berbagai aspek pengembangan destinasi dan atraksi pariwisata, termasuk sarana penunjang perkembangannya, seperti fasilitas airport sebagai pintu gerbang utama dari sebuah destinasi.

    Dalam kesempatan ini juga, Kami sebagai dewan editor mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada mitra bebestari (reviewer) yang merupakan pakar pada bidang masing-masing. Faktor ini tentu saja sebagai nilai tambah yang akan meningkatkan kualitas jurnal ini.