Salam Pariwisata,

Halo semua peneliti  pariwisata! Kita bertemu lagi dalam penerbitan JTDA Edisi 9 No. 2 Juni 2021 ini.  Sebelumnya mari kita sama-sama berdoa untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini agar segera terlepas dari pandemi Covid-19 yang semakin mewabah dengan varian barunya.  Semoga peneliti-peneliti pariwisata segera  bisa mengeksplor kembali  lokus-lokus penelitian yang ditargetkan. Aamiin.

Namun tetap semangat!  Masih banyak yang bisa lakukan dalam penulisan hasil penelitian,  maupun pengumpulan data yang masih bisa dilakukan dengan komunikasi online atau menggunakan aplikasi digital.  Pada edisi ini terdapat artikel-artikel yang menarik dan beragam tema yang dikirimkan kepada kami. Terimakasih telah memilih JTDA untuk publikasi  hasil penelitiannya. Dari sekian banyak artikel yang masuk, kami pilihkan artikel-artikel terbaik yang telah kami seleksi untuk dipublikasikan pada edisi saat ini. Untuk edisi kali ini ada tujuh artikel yang dipublikasikan antara lain :

Artikel dari  Yuviani Kusumawardhani memaparkan hasil penelitiannya  tentang Dark Tourism, untuk mendapatkan konsep baru strategi pengembangan Goa Gudawang  yang  memiliki potensi yang cukup menjanjikan sebagai tujuan wisata  Special Interest Dark Tourism. Penelitian Shandra Rama Panji Wulung, Budi Brahmantyo dan Arief Rosyidie, menyusun Konsep Kotak Geowisata dan penerapannya di  destinasi pariwisata cekungan Bandung. Peneliti meyakini bahwa bentuk geologi yang didukung dengan keanekaragaman hayati dan budaya dapat memberikan nilai tambah bagi  pengembangan geowisata.

Alma Widianti, Hindun Nurhidayati, dan Fahrurozy Darmawan menggali tentang persepsi wisatawan domestik mengenai ekowisata di Wana Wisata Kawah Putih.  Penelitian para penulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi atraksi alam dan menganalisis persepsi wisatawan domestik terhadap destinasi ekowisata di Wana Wisata Kawah Putih.

Nur Jae Priyatna dan Hera Widyastuti memfokuskan penelitian mereka  pada kebutuhan akan tempat wisata yang nyaman dan relevan bagi semua jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dengan menganalisis tingkat kesesuaian harapan wisatawan terhadap pariwisata Umbul Ponggok Kabupaten Klaten. Lain halnya dengan Daniel Widjaja, Yustisia Pasfatima Mbulu dan Sarfilianty Anggian, penelitian mereka lebih berfokus pada pelaku wisata khususnya dalam manajemen hotel; dengan melakukan penelitian tentang  peranan budaya organisasi dalam membangun loyalitas karyawan (studi kasus  pada Hotel Grand Hyatt Jakarta). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa  ada beberapa indikator karakteristik budaya organisasi yang sudah terpenuhi, ada beberapa yang perlu dipertimbangkan, dan indikator mana yang mampu meningkatkan tingkat kepatuhan karyawan, dedikasi terhadap perusahaan dan yang bisa membuat karyawan memiliki integritas.

Ada dua penelitian yang menggali hal yang unik untuk dijadikan daya tarik suatu destinasi wisata antara lain: Anak Agung Gde Raka Dalem,  meneliti jenis-jenis kupu-kupu yang ditemukan di kawasan Jatiluwih, untuk mengetahui apakah  kupu-kupu bisa dijadikan potensi sebagai daya tarik ekowisata dan bagaimana  persepsi pemangku kepentingan pengembangan ekowisata kupu-kupu di kawasan tersebut. Penelitian Kezia Elsty mencoba  meyakinkan bahwa potensi kekayaan budaya dan kuliner ciri khas suatu daerah dapat dijadikan sebagai potensi daya tarik wisata. Dengan mengangkat Kue Geplak Betawi yang sudah hampir punah dan menjadi asing di tanahnya sendiri. Penelitian ini dirancang untuk menelusuri sejarah, filosofi dan budaya makan dari kue Geplak ini sebagai upaya untuk membuat kue ini lebih dikenal kembali  oleh masyarakat luas.

Demikian sekilas uraian dari artikel- artikel yang dipublikasikan JTDA pada edisi 9 No. 2, Juni 2021 ini, semoga bermanfaat, selamat membaca dan sampai jumpa di edisi berikutnya.

 

Salam hangat selalu,

Editor  JTDA

Published: 2021-06-30