cover_issue_47_en_US1.jpgJumpa lagi di Volume Kedua  Journal of Tourism Destination and Attraction (JTDA). Mengawali edisi pertama dari tahun 2014 ini, JTDA menyajikan lima tulisan dengan topik yang variatif namun masih dalam tema besar destinasi dan atraksi pariwisata beserta segala isunya yang terkait.

Faurani Santi melalui artikel berjudul “Faktor-Faktor Penentu Aliran Permintaan dan Penawaran Investasi, Barang dan Jasa Pariwisata Indonesia” menganalisis aliran investasi (inward-outward), dan pengaruh perdagangan internasional dari sektor pariwisata Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Artikel ini dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dampak ekonomi pariwisata di Indonesia sebagai sebuah destinasi. Sementara Julita menganalisis peran sebuah museum yang berada di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta sebagai atraksi pariwisata dengan melakukan valuasi nilai ekonomi dari museum tersebut pada artikelnya yang berjudul “Peranan Museum Indonesia Sebagai Atraksi Wisata Melalui Pendekatan Total Nilai Ekonomi.”

Dari Sumatra Utara, Haris Sutan Lubis, Samerdanta Sinulingga, Arwina Sufika, dan Noercahaya Bangun mengangkat upaya pengembangan desa wisata beserta segala peluang dan permasalahannya dalam artikel “Potensi Desa Doulu Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.” Sementara pada konteks perkotaan, artikel Rosmawaty Anwar berjudul “Model Konseptual Pengembangan Wisata Bahari Secara Berkelanjutan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Makassar” membahas potensi wisata bahari dan permasalahan lingkungan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kota Makassar serta sebuah model untuk pengembangan secara berkelanjutan.

Topik-topik yang ditampilkan pada edisi ini semakin diperkaya oleh artikel Meizar Rusli yang berjudul “Metode Pengelolaan Kebun Raya Melalui Pendekatan Corporate Social Responsibility dalam Upaya Penerapan Pariwisata Berbasis Tri Hita Karana.” Artikel ini mengkaji Kebun Raya Bogor sebagai atraksi pariwisata melalui sudut pandang yang sedikit berbeda, yaitu dari sisi keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, lingkungan, dan sesamanya. Artikel ini juga menawarkan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu bentuk pengelolaan yang ideal untuk mewujudkan keseimbangan tersebut.

Published: 2019-06-14