ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KAWASAN AKIBAT PENGGUNAAN LAHAN UNTUK TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU

  • Prima Jiwa Osly Program Studi Teknik Sipil Universitas Pancasila
  • shifa Nurhardiyanti Program Studi Teknik Sipil Universitas Pancasila
DOI: https://doi.org/10.35814/artesis.v3i1.5019
Abstract views: 239 | pdf downloads: 281
Keywords: tutupan lahan, time series, model ARIMA

Abstract

Banyaknya sampah yang berdatangan ke tempat pembuangan akhir akan terus menghasilkan penumpukan sampah dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan masalah di TPST Bantar Gebang yang mana hal ini mendorong tumpukan TPST Bantar Gebang semakin tinggi, salah satunya adalah keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi sebuah kondisi peningkatan persebaran fisik lahan TPST Bantar Gebang dari tahun 1990-2019 dengan SIG berupa analisis perubahan tutupan lahan yang mana sebagai suatu proses perubahan yang terjadi pada tutupan lahan sendiri didefinikan bahwa terjadinya suatu proses adanya perubahan dari penggunaan lahan yang baik bersifat sementara dan permanen yang difaktorkan dari pertumbuhan lingkungan maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode time series dalam analisa pola hubungan antara variabel yang akan dipekirakan dengan variabel waktu. Dalam metode time series ini akan menggunakan model ARIMA (autoregressive integrated moving average) dengan bantuan software Minitab untuk memprediksi kawasan TPST Bantar Bebang di masa depan. Tahapan dalam penelitian ini mencari data primer berupa observasi langsung turun ke lapangan dan sekunder berupa peta dasar kemudian tahap selanjutnya menganalisa data melalui citra landsat hingga menghasilkan persentase luas tutupan lahan beserta klasifikasinya serta data sampah masuk. Prediksi pada tahun 2021 ketinggian sampah mencapai 49,91 meter, maka luasan luasan yang dibutuhkan untuk menampung tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang sebesar 10,42 Ha dan luas total Kawasan TPST menjadi sebesar 115,09 Ha dan pada tahun 2026 menyatakan bahwa sampah masuk sebesar 3.970.158 Ton, maka lahan baru yang dibutuhkan adalah 7,68 Ha. Perlu penambahan beberapa pengelolaan untuk pengolahan sampah seperti ITF (Intermediate Treatment Facility) guna mempercepat proses pengurangan volume sampah lama maupun harian dengan kapasitas maksimal agar TPST tetap berumur panjang dan dapat teratasi dengan baik dapat dijadikan kebijakan mitigasi.

Published
2023-05-31