Tata Kelola Konflik Horizontal Berbasis Integrative Conflict Governance dan Keadilan Restoratif di Nusa Tenggara Barat

Authors

  • Agung Iriantoro Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Agus Surono Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Firli Bahuri Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Adnan Hamid Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Zaitun Abdullah Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Maslihati Nur Hidayati Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35814/rxw51w48

Keywords:

tata kelola konflik horizontal, integrative conflict governance, keadilan restoratif, pranata adat dan keagamaan, Nusa Tenggara Barat

Abstract

Konflik horizontal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam dua dekade terakhir menunjukkan pola fluktuatif namun persisten sehingga harus dipahami sebagai gejala struktural yang menuntut tata kelola konflik yang sistemik dan integratif. Meskipun data pemerintah daerah mencatat penurunan potensi konflik dari 798 kasus pada 2023 menjadi 271 pada 2024 dengan sekitar 97 persen diselesaikan melalui deteksi dini dan mekanisme lokal, ratusan potensi konflik setiap tahun, terutama di lingkar tambang, kawasan pariwisata strategis, dan menjelang kontestasi politik, mengindikasikan bahwa akar-akar agraria, ekonomi, dan identitas belum tertangani memadai. Secara normatif, UUD 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012, serta Peraturan Daerah NTB tentang pengakuan masyarakat adat, ketertiban umum, dan Bale Mediasi telah menyediakan kerangka penanganan konflik, tetapi implementasinya masih menyisakan kesenjangan dengan praktik lokal melalui pranata adat, Bale Mediasi, dan mediasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang diperkaya bahan empiris terbatas dari FGD multiaktor dan materi narasumber, serta analisis melalui inventarisasi dan penafsiran berlapis untuk merumuskan model integrative conflict governance berbasis keadilan restoratif. Hasilnya menunjukkan bahwa di tengah keberadaan regulasi dan inovasi kelembagaan seperti Bale Mediasi, Krama Desa, dan pranata keagamaan, masih terdapat governance gap dan capability gap, sehingga diperlukan model tata kelola konflik horizontal yang menjahit peran hukum negara, hukum adat, pranata keagamaan, dan kebijakan kesejahteraan sosial dalam tiga fase konflik: pencegahan, penghentian, dan pemulihan.

 

References

Cahyowati, R, R Rodliyah, and R Risnain. “Penyuluhan Hukum Tentang Peran Majelis Krama Desa Dalam Mencegah Perkawinan Anak Di Kabupaten Lombok Utara.” UJCS 1, no. 1 (2021). https://doi.org/10.29303/ujcs.v1i1.3.

Dauh, I, I Sukadana, and I Widyantara. “Peran Pranata Adat Dalam Pencegahan Konflik Antara Kelompok Masyarakat Adat.” JPH 1, no. 1 (2020): 133–38. https://doi.org/10.22225/jph.1.1.1996.133-138.

Dharta, F, T Susanto, R Anggara, F Hariyanto, and H Sianturi. “MUI’s Fatwa on Interfaith Greetings and Religious Tolerance: Can Indonesia Find a Middle Ground?” Frontiers in Communication, 2025. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1537568.

Haq, H, A Achmadi, S Hangabei, and A Budiono. “Community Mediation-Based Legal Culture in Resolving Social Conflicts of Communities Affected by the COVID-19 Pandemic in West Nusa Tenggara, Indonesia.” Studia Iuridica Lublinensia 31, no. 2 (2022): 11–32. https://doi.org/10.17951/sil.2022.31.2.11-32.

Herlius, F. “Kaidah Hukum Adat Dalam Penuntutan Demi Keadilan Berbasis Kearifan Lokal.” Perspektif 27, no. 2 (2022). https://doi.org/10.30742/perspektif.v27i2.831.

Jurdi, S, and A Syarif. “Inter-Village Conflict and Communal Violence in Bima, Indonesia: A Political Sociology Perspective.” Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) 6, no. 1 (2025). https://doi.org/10.22373/jsai.v6i1.7471.

Kalengkongan, E, W Bogar, and M Mandagi. “Implementation of Regional Regulation Number 7 of 2017 Concerning Public Order, Especially Social Order by the Civil Service Unit of the City of Tomohon.” Technium Social Sciences Journal, 2021. https://doi.org/10.47577/tssj.v19i1.3197.

Lainsamputty, N. “Penetapan Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Di Kabupaten Maluku Tengah.” Jurnal Saniri 3, no. 1 (2022). https://doi.org/10.47268/saniri.v3i1.1222.

LKJIP. “Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024.” Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2024. https://ppid.ntbprov.go.id/.

Novebri, N, and R Pratiwi. “Peran Tokoh Agama Dalam Pencegahan Konflik Di Tengah Masyarakat Multikultural Pada Era Digital.” Khalifa: Journal of Islamic Education 5, no. 2 (2021). https://doi.org/10.24036/kjie.v5i2.185.

Philona, R, I Suradana, and N Listyaningrum. “Penyusunan Peraturan Desa Tentang Bale Mediasi Melalui Penyuluhan Dan Monitoring Pada Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.” Jurnal Gema Ngabdi 3, no. 1 (2021). https://doi.org/10.29303/jgn.v3i1.126.

Pidana, Laode Ahmad. “Implementation of Social Conflict Management in Local Government: A Policy Content Analysis.” Journal of Public Administration and Governance 11, no. 2 (2021). https://doi.org/10.5296/jpag.v11i2.18711.

Prasada, D, N Nandari, K Mahadewi, and K Putra. “Sacred Justice: The Autonomy of Traditional Villages in Resolving Customary Disputes in Bali.” JUSTISI 11, no. 3 (2025). https://doi.org/10.33506/js.v11i3.4326.

Robby, U, and D Akhiruddin. “Strategi Kodim 1703/Manokwari Dalam Penanganan Konflik Sosial Di Provinsi Papua Barat.” JDKP 2, no. 1 (2021): 149–58. https://doi.org/10.30656/jdkp.v2i1.2841.

Sari, N. “Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Hukum Adat (Dalam Perspektif Negara Hukum).” GARA 14, no. 1 (2020). https://doi.org/10.35327/gara.v14i1.119.

Simamora, R, and H Salmon. “Tanggung Jawab Gubernur Dalam Penanganan Konflik Sosial Pada Negeri Kariuw Dusun Ori Negeri Pelauw Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.” Jurnal Saniri 4, no. 2 (2024). https://doi.org/10.47268/saniri.v4i2.2249.

Soerjowinoto, P. “Perlindungan Hukum Terhadap Korban Konflik Sosial.” Jurnal Hukum, Politik Dan Kekuasaan 1, no. 1 (2020). https://doi.org/10.24167/jhpk.v1i1.2674.

Syafi’i, S. “Peran BPSDMD Provinsi NTB Dalam Mengembangkan Bale Mediasi Sebagai Wadah Penyelesaian Konflik Sosial Yang Profesional Di Provinsi NTB.” Jurnal Ilmiah Hospitality 11, no. 2 (2022). https://doi.org/10.47492/jih.v11i2.2502.

Yogatiyana, N, and M Hidayatullah. “Eksistensi Hak Tanah Ulayat Masyarakat Adat Dalam Hukum Tanah Di Indonesia.” ANWARUL 2, no. 4 (2022). https://doi.org/10.58578/anwarul.v2i4.505.

Yuli, S, M Azizurrohman, R Pramuja, and Y Ginting. “Tourism-Driven Development: Evaluating the Benefits of the Mandalika Special Economic Zone.” Cogent Social Sciences 11 (2025). https://doi.org/10.1080/23311886.2025.2460317.

Zitri, I, C Kurniawan, M Joni, and A Harakan. “Sustainable Tourism Development in the Mandalika Special Economic Zone: A Comprehensive Analysis of Social, Economic, and Environmental Impacts.” Journal Public Policy 11, no. 4 (2025). https://doi.org/10.35308/jpp.v11i4.11606.

Downloads

Published

2026-05-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tata Kelola Konflik Horizontal Berbasis Integrative Conflict Governance dan Keadilan Restoratif di Nusa Tenggara Barat. (2026). Abdi Implementasi Pancasila: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 28-41. https://doi.org/10.35814/rxw51w48