Peningkatan Literasi Bencana Keluarga Melalui Komunikasi Risiko di Desa Bayah Barat, Lebak
DOI:
https://doi.org/10.35814/618t2412Keywords:
Literasi Bencana, Komunikasi Risiko, Keluarga Tangguh Bencana, Desa Bayah BaratAbstract
Desa Bayah Barat di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan wilayah yang berada di zona merah rawan tsunami dengan tingkat literasi bencana masyarakat yang masih rendah, khususnya pada level keluarga. Banyak keluarga belum memahami mitigasi, evakuasi mandiri, dan penanganan pasca-bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan membangun keluarga tangguh bencana melalui pendekatan literasi bencana berbasis komunikasi risiko. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, mencakup sosialisasi, pelatihan door-to-door kepada 90 KK, pelatihan untuk 20 relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), serta pengembangan media edukasi seperti modul, "Kartu Siaga Keluarga", dan papan permainan (gameboard) simulasi komunikasi risiko. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana skor rata-rata pengetahuan keluarga meningkat dari 60,55 (pre-test) menjadi 75,25 (post-test). Sementara itu, para relawan juga mengalami peningkatan dari 76,88 menjadi 81,88. Pendekatan yang bersifat personal dan penggunaan alat peraga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas keluarga serta relawan dalam menghadapi risiko bencana
References
PUSTAKA
Judul Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2022). Indeks risiko bencana Indonesia 2022. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Peta risiko tsunami dan multi bencana Indonesia. InaRisk. https://inarisk.bnpb.go.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. (2021). Profil kesiapsiagaan masyarakat pesisir. BPBD Provinsi Banten.
Desa Bayah Barat. (2023). Statistik kependudukan Desa Bayah Barat 2023. https://bayahbarat.desadigdaya.id
Haksama, S., Dimyati Lusno, M. F., Hendrati, L. Y., Wulandari, A., Surantini, S., Rejeki, D. S., Shedyta, S. Z., & Shedysni, S. N. (2022). Peran keluarga tangguh bencana dalam penanggulangan bencana multi hazard di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Jurnal Layanan Masyarakat, 6(2).
Kusumasari, B., & Alam, Q. (2019). Disaster communication in managing disaster risk reduction: Lessons from the Indonesian experience. Disaster Prevention and Management, 28(6), 751–764. https://doi.org/10.1108/DPM-04-2019-0135
Lathifa, E., & Putra, R. D. (2022). Tingkat literasi kebencanaan mahasiswa asal Indonesia yang sedang studi di Izmir, Turki. Jurnal Ilmiah Komunikasi (JIKOM) STIKOM IMA, 14(03), 131–140.
LIPI. (2017). Potensi tsunami di pantai selatan Jawa. LIPI Press.
McComas, K. A. (2006). Theory and practice of risk communication. Risk Analysis, 26(1), 25–30.
Nuriman, D. A., Lestari, P., & Marlinda, V. (2022). Risk communication model in facing tsunami disaster in Banten Coast. Journal of Social Sciences, 3(6), 1247–1254. https://doi.org/10.46799/jss.v3i6.471
Suryani, A. I. (2021). Bersama wujudkan keluarga tangguh bencana.
Sutopo, P. N. (2018). Komunikasi risiko bencana: Strategi menyampaikan informasi di tengah ketidakpastian. Rajawali Pers.
Yayasan Jaringan Masyarakat Berdaya. (2022). Laporan riset literasi bencana di wilayah pesisir Banten kerjasama Semindo.












