Komunikasi Budaya dan Sistem Pengetahuan Lokal: Tepung Tawar Bedami sebagai Resolusi Konflik Masyarakat Melayu Palembang
DOI:
https://doi.org/10.35814/1f5g3134Keywords:
Melayu Palembang, Pengatahuan Lokal, Tepung Tawar BedamiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi budaya dan pengetahuan lokal tradisi tepung tawar bedami (berdamai) yang dilakukan oleh masyarakat Melayu Palembang dalam menyelesaikan konflik. Konflik ini melekat dalam arus komunikasi manusia, dan konflik sering dijumpai dalam keidupan sehari-hari baik konflik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Dalam penyelesaian konflik, pendekatan teori yang sering digunakan adalah teori-teori ala barat, padahal dalam konteks lokal dan khas Indonesia ada banyak sekali pengetahuan lokal yang mampu untuk menyelesaikan sebuah konflik dan itu hanya dimiliki oleh masyarakat adat atau masyarakat lokal dan sangat eksklusif terbatas hanya sebagai pengetahuan mereka saja. Hal ini menarik untuk dilakukan penelitian dan di dokumentasikan sebagai bentuk ilmu pengetahuan dalam basis kelokalan, mengingat selama ini dalam penyelesaian konflik proses penyelesaian dan pendekatan menggunakan kerangka teori ala barat. Melalui sistem pengetahuan lokal Tepung Tawar bedami yang dimiliki oleh masyarakat Melayu Palembang riset ini mencoba menawarakan konsep dan model resolusi konflik yang khas keIndonesiaan. Metode penelitian dengan menggunakan kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Tepung tawar bedami adalah cara penyelesaian konflik dengan jalan musyawarah (2) Tepung tawar bedami upaya menjaga keharmonisan bagi mereka yang bertikai, (3) Tepung Tawar Bedami sebagai penyatuan dua keluarga yang berkonflik (angken-angkenan) (4) Tepung Tawar Bedami sebagai penyembuh luka fisik maupun luka batin bagi mereka yang berkonflik (5) Tepung Tawar Bedami sebagai konektivitas pada lingkungan sosial dan lingkungan sekitarnya.
References
Alifereti, V. T. L. (2020). Analysing Indigenous Knowledge Woven in Cultural Texts. Asia Pacific Journal of Anthropology, 21(5), 434–449. https://doi.org/10.1080/14442213.2020.1844285
Amylya, R. (2023). Pesan Dakwah Tradisi Tepung Tawar Beongas Kecamatan Kota Waringin Lama Kabupaten Waringin Barat. UIN Walisongo.
Batubara, T., Badrun, B., & Ahmad Muhajir. (2022). Tradisi Tepung Tawar: Integrasi Agama dan Kebudayaan pada Masyarakat Melayu di Sumatera Utara. Local History & Heritage, 2(1), 10–16. https://doi.org/10.57251/lhh.v2i1.288
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
da Silva, C., Pereira, F., & Amorim, J. P. (2024). The integration of indigenous knowledge in school: a systematic review. Compare, 54(7), 1210–1228. https://doi.org/10.1080/03057925.2023.2184200
Darlington, Y., & Scott, D. (2020). Qualitative research in practice : stories from the field. Routledge, Taylor & Francis Group.
Enjelina, S. F. Y., Oktavia, D. E., & Efi, A. (2022). Kosmologi Dalam Budaya Tradisi Tepuk Tepung Tawar Melayu Provinsi Riau. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 648. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.38050
Giri, V. N. (2006). Culture and Communication Style. Review of Communication, 6(1–2), 124–130. https://doi.org/10.1080/15358590600763391
Handoko, A. I., Senja Andarini, R., & Malinda, F. (2022). Sensitivitas Interkultural Antarumat Beragama di Kota Palembang. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 19(2), 163–180. https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.4011
Herlina, L. (2021). Nilai-Nilai Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal dalam Semboyan Patut Patuh Patju Masyarakat Lombok Barat NTB. Politea : Jurnal Politik Islam, 4(1), 161–175. https://doi.org/10.20414/politea.v4i1.3493
Huda, M., & Izzati, M. (2022). Hukum Pernikahan Melayu: Studi Tradisi Tepuk Tepung Tawar Menurut ‘Urf. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2), 134–156. https://journal.unipdu.ac.id/index.php/jhki/article/view/3450
Inaotombi, S., & Mahanta, P. C. (2019). Pathways of socio-ecological resilience to climate change for fisheries through indigenous knowledge. Human and Ecological Risk Assessment, 25(8), 2032–2044. https://doi.org/10.1080/10807039.2018.1482197
Indah Septi Rahayu, & Lestari Setia Ningsih. (2023). Tepuk Tepung Tawar Pengantin Baru sebagai Tradisi Budaya Melayu dan Media Pendidikan. Multiverse: Open Multidisciplinary Journal, 2(1), 62–67. https://doi.org/10.57251/multiverse.v2i1.924
Izzuddin, M. H., & Afriansyah, S. (2025). Tepung Tawar Sebagai Modal Sosial dalam Mendamaikan Sengketa. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 16(1), 103–118. https://doi.org/10.37014/jumantara.v16i1.5208
Linyang, T., Musa, P., & Nur, F. (2021). Makna Simbol Tradisi Tepung Tawar Di Desa Durian Sebatang Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara. Balale’ : Jurnal Antropologi, 2(2), 133. https://doi.org/10.26418/balale.v2i2.49297
Littlejohn, Stephen, W., A.Foss, K., & Oetzel, J. G. (2017). THEORIES OF HUMAN COMMUNICATION Eleventh Edition. In Waveland Press, Inc. (Vol. 53, Issue 95).
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2008). Theories of Human Communication.
http://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=r3Fk0aRpJM4C&pgis=1
Martin, J. N., & Nakayama, T. K. (2010). INTERCULTURAL COMMUNICATION IN CONTEXTS. https://doi.org/10.1128/AAC.03728-14
Muklis Efendi, Pratiwi, A., Fadjrin Satriyani Komariyah, & Ana Kuswanti. (2025). Konflik Kelas dan Komunikasi Kesadaran Kolektif dalam Sengketa Lahan Dago Elos, Bandung, Jawa Barat. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 15(2), 144–156. https://doi.org/10.35814/coverage.v15i2.8538
Nanang, W. (2016). Resolusi Konflik Berbasis Budaya Oleh Masyarakat Kabupaten Poso. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(1), 1–73.
Novianty, F., Wiwik, W., & Sulha, S. (2021). Nilai Kearifan Lokal Yang Terdapat Pada Acara Tepung Tawar Di Desa Sepinggan Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(1), 15–24. https://doi.org/10.31571/pkn.v5i1.2438
Nurdiansyah, E., Bunyamin Maftuh, & Elly Malihah. (2023). Tepung Tawar Perdamaian: Resolusi Konflik Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila di Sumatera Selatan. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 7(2), 285–294. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i2.26352
Nurdin, A., & Kasim, F. M. (2016). Resolusi Konflik Berbasis Adat Aceh: Studi tentang azas dan dampaknya dalam membangun perdamaian di Lhokseumawe. ARICIS Proceedings, 1(1), 589–601. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/aricis/article/view/975/788
Samovar, L. A., Porter, R. E., Mcdaniel, E. R., & Roy, C. S. (2012). Communication Between CULTURES.
Solehat, T. L., Erlisnawati, E., & Putra, Z. H. (2025). Analisis Nilai Karakter Dalam Tradisi Tepung Tawar Pada Pernikahan Melayu Rokan Hulu Sebagai Bahan Belajar Siswa Sdn 003 Kepenuhan. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 578–589.
Sullo, C., King, R. S., Yiridomoh, G. Y., & Doghle, K. (2020). Indigenous knowledge indicators in determining climate variability in rural Ghana. Rural Society, 29(1), 59–74. https://doi.org/10.1080/10371656.2020.1758434
Syarifuddin, S., Rezeki, W., & Kalsum, U. (2022a). Eksistensi Tradisi Tepung Tawar Sebagai Warisan Budaya Lokal Palembang. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 16(1), 43. https://doi.org/10.17977/um020v16i12022p43-53
Syarifuddin, S., Rezeki, W., & Kalsum, U. (2022b). Eksistensi Tradisi Tepung Tawar Sebagai Warisan Budaya Lokal Palembang. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 16(1), 43. https://doi.org/10.17977/um020v16i12022p43-53
Utami, S. (2018). Kuliner Sebagai Identitas Budaya: Perspektif Komunikasi Lintas Budaya. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(2), 36–44.
Utari, P., Hamid, A., & Tanti, H. (2012). Pengembangan Kajian Teori Komunikasi Berperspektif KeIndonesiaan Prahastiwi Utari Hamid Arifin Tanti Hermawati. Jurnal Komunikasi, 1(1), 1–21.
Yin, R. K. (2013). Case Study Research: Design and Methods (diterjemahkan oleh : M.Djauzi Mudzakir) (12th ed.). Rajagrafindo Persada.


















