Model Komunikasi Politik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang
DOI:
https://doi.org/10.35814/z18f8k62Keywords:
Kendala dan Solusi, Pengambilan Keputusan, Proses Lobi dan Negosiasi, Rancangan Undang-Undang, Tahapan Pembentukan Undang-UndangAbstract
Pembentukan peraturan seperti undang-undang dilakukan komunikasi politik. DPR selaku pembuat undang-undang pun menggunakan bentuk-bentuk komunikasi politik yang beragam dengan berbagai pihak sehingga pembentukan serta konsepsi peraturan dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis proses komunikasi politik di DPR dalam membahas Rancangan Undang-Undang menjadi Undang-Undang, diantaranya RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep komunikasi politik, teori Tindakan Komunikatif, teori Dramaturgi, serta konsep lobi dan negosiasi. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta paradigma konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Mekanisme pembentukan undang-undang melalui tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan, dan pengundangan; 2) Proses pertukaran pikiran, penyelesaian masalah, dan pengamblobiilan keputusan yang utama dalam tahapan pembentukan rancangan undang-undang dilakukan melalui rapat dan diskusi dengan intens dari jumlah anggota rapat besar ke diskusi tim kecil; 3) Ada proses lobi dan negosiasi dalam komunikasi politik selama pembentukan RUU ini namun tidak eksplisit; 4) Hambatan yang dialami dalam proses pembentukan undang-undang ini adalah perbedaan pemahaman konsep dan pengertian, perbedaan pendapat individu di dalam dan di luar ruang rapat, serta sulitnya mensinkronkan waktu antara pihak-pihak terkait untuk membahas rancangan undang-undang.
References
Akbulut, E. (2023). The Relationship Between Communicative Actions, Behavioral Intentions, and Corporate Reputation in the Framework of Situational Theory of Problem Solving in a Public Health Crisis. International Journal of Public Health, 68(December), 1–9. https://doi.org/10.3389/ijph.2023.1606301
Amin, F. et al. (2023). Ilmu Perundang-undangan. PT Sada Kurnia Pustaka.
Andriansah, & Harmonis. (2024). Efektifitas Negosiasi Dalam Proses Komunikasi Politik. KOMUNIKA BANGSA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 69–75.
Ardianto, A., Prisanto, G. F., Irwansyah, I., Ernungtyas, N. F., & Hidayanto, S. (2020). Praktik Lobi dan Negosiasi oleh Legislator Sebagai Bentuk Komunikasi Politik. Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 12(1), 25–39. https://doi.org/10.23917/komuniti.v12i1.10009
Büscher, C. (2024). Adapting Habermas’ construct of communicative rationality into a framework for analyzing students’ statistical literacy. Educational Studies in Mathematics, 117(1), 121–141. https://doi.org/10.1007/s10649-024-10325-5
Cairney, P., & Toomey, C. (2024). Collaborative Policymaking: a qualitative systematic review of advice for policymakers. 4(204), 1–31. https://doi.org/https://open-research-europe.ec.europa.eu/articles/4-204/v1
Chukwuokolo, J. C., Jeko, V. O., & Nwankwo, N. A. (2024). A Critical Examination of Communicative Action in the Political Philosophy of Habermas Introduction. Journal of African Studies and Sustainable Development, 7(2), 123–139.
Creaney, R., Currie, M., & Reid, L. (2023). Digital life as a cabaret, old chum: A dramaturgical analysis of older digitalised home residents and their wider caring networks. Journal of Aging Studies, 65(March), 101129. https://doi.org/10.1016/j.jaging.2023.101129
Delliana, S. (2021). Bingkai Kehidupan Janda Meneropong Dari Kacamata Dramaturgi. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 11(2), 113–125. https://doi.org/10.35814/coverage.v11i2.1818
DPR. (n.d.). Indografis Proses Pembuatan UU di DPR RI. DPR. www.dpr.go.id/dokhumas/publication/Infografis-Proses-Pembuatan-UU-di-DPR-RI.pdf
DPR. (2016). Pembuatan Undang-undang. https://www.dpr.go.id/tentang/pembuatan-uu
DPR. (2022). Harmonisasi RUU KIA, Aturan Hak Cuti Melahirkan Masih jadi Sorotan. https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/39068
DPR. (2023). Abdul Kharis Harap RUU Penyiaran Selesai di Periode 2019-2024. DPR. https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/43568/t/Abdul Kharis Harap RUU Penyiaran Selesai di Periode 2019-2024
Febriani, N. A., & Wasti, R. M. (2023). Politik Hukum Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Pasca Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 35–58. https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v7i1.6483
Fitriyah, N., Sarwoprasodjo, S., Sjaf, S., & Soetarto, E. (2019). Interaksi Politik Jawara dalam Pembangunan Perspektif Tindakan Komunikatif. Warta ISKI, 2(02), 104–116. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v2i02.40
Gitacahyani, A. R., Nareswari, C. N., Putri, R. K., Wibowo, Y. E. M., Purnomo, B. D., & Hadji, K. (2024). Dinamika Legisllasi: Tantangan Dan Solusi Dalam Pembentukan Peraturan Undang-Undang. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 8(5), 1–9.
Habermas, J. (1996). Between Facts and Norms, Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy. Polity Press.
Handika, S. (2016). Tips Jitu Lobi, Negosiasi, dan Mempengaruhi Orang Lain Secepat Kilat. Penerbit Saufa.
Iftinan, N., & Putra, D. K. S. (2021). Peran Perempuan Sebagai Pemimpin Dalam Aktivitas Komunikasi Politik (studi Tokoh Pada Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat). EProceedings of Management, 8(5), 7215–7221. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/16654
Kartanegara, I. H. (2024). Komunikasi Politik Komisi IV DPR RI Dalam Pembahasan Revisi UU No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 4(5), 1713–1730. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i5.2581
Khoiriyah, W. A. (2024). Lobbying dan Negosiasi Politik : Peran Penting dalam Proses Keputusan. Journal Politique, 4(2), 235–243. https://doi.org/10.25170/interact.v9i1.1710
Kilvington, D. (2021). The virtual stages of hate: Using Goffman’s work to conceptualise the motivations for online hate. Media, Culture and Society, 43(2), 256–272. https://doi.org/10.1177/0163443720972318
Leirset, E. (2021). Do Open Meetings Affect Deliberation? A Comparative Study of Political Meetings in Two Institutional Settings. Journal of Deliberative Democracy, 17(1), 1–8. https://doi.org/10.16997/jdd.966
Long, H. (2017). Validity in mixed methods research in education: the application of Habermas’ critical theory. International Journal of Research and Method in Education, 40(2), 201–213. https://doi.org/10.1080/1743727X.2015.1088518
Matingwina, S. (2018). Social Media Communicative Action and the Interplay with National Security: The Case of Facebook and Political Participation in Zimbabwe. African Journalism Studies, 39(1), 48–68. https://doi.org/10.1080/23743670.2018.1463276
Mughni, I. H. (2019). Makna Negosiasi Politik Bagi Perempuan Di Parlemen. Idea : Jurnal Humaniora, Kuswandoro 2012, 230–243. https://doi.org/10.29313/idea.v0i0.4982
Mikva, A. J., Lane, E., Gerhardt, M. J., & Aspen, D. J. H. (2022). Legislative Process. Aspen Publishing.
Putri, R. E. (2015). Komunikasi Politik (Model Komunikasi Politik Antar Fraksi dalam Pembentukan Norma UU Pilkada Secara Demokratis). Jurisprudence, 5(1), 50–63.
Pito, A. T., Efriza, & Fasyah, K. (2022). Mengenal Teori-teori Politik: Dari Sistem Politik sampai Korupsi. Penerbit Nuansa Cendekia.
Ratya, M. P. (2022). Ketua DPD Usul Work From Home Gantikan Wacana Cuti Ayah di RUU KIA. Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-6139957/ketua-dpd-usul-work-from-home-gantikan-wacana-cuti-ayah-di-ruu-kia
Ringel, L. (2019). Unpacking the Transparency-Secrecy Nexus: Frontstage and backstage behaviour in a political party. Organization Studies, 40(5), 705–723. https://doi.org/10.1177/0170840618759817
Saputri, S. D. (2023). Yasonna: Pemerintah akan Lobi DPR Bahas RUU Perampasan Aset. Republika. https://news.republika.co.id/berita/rxq2d4409/yasonna-pemerintah-akan-lobi-dpr-bahas-ruu-perampasan-aset
Schenuit, F. (2023). Staging science : Dramaturgical politics of the IPCC ’ s Special Report on 1 . 5. Environmental Science and Policy, 139(November 2022), 166–176. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2022.10.014
Suci, P. (2024). Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi di Media Sosial. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 14(2), 146–165. https://doi.org/10.35814/coverage.v14i2.5780
Valentini, C., Romenti, S., & Kruckeberg, D. (2016). Language and discourse in social media relational dynamics: A communicative constitution perspective. International Journal of Communication, 10, 4055–4073.
Ybema, S., & Horvers, M. (2017). Resistance Through Compliance: The Strategic and Subversive Potential of Frontstage and Backstage Resistance. Organization Studies, 38(9), 1233–1251. https://doi.org/10.1177/0170840617709305
Yi, Y. (2016). Information control and political impression management: A dramaturgical analysis of the Chinese Premier’S Press Conference. International Journal of Communication, 10(14), 5473–5493.
Yin, R. K. (2022). Studi Kasus: Desain dan Metode. PT Raja Grafindo Pustaka.
Yuana, S. L., Sengers, F., Boon, W., Hajer, M. A., & Raven, R. (2020). A dramaturgy of critical moments in transition: Understanding the dynamics of conflict in socio-political change. Environmental Innovation and Societal Transitions, 37(June), 156–170. https://doi.org/10.1016/j.eist.2020.08.009
Yuliani, H., Ibrahim, J. T., Susiyanto, S., & Wahyudi, W. (2024). Dramaturgy of Political Actors on Social Media. International Journal of Humanities and Social Science Invention, 13(9), 51–55. https://doi.org/10.35629/7722-13095155


















