Di Balik Pertarungan Wacana: Membongkar Narasi Tersembunyi Penundaan Peresmian Danantara

Authors

  • Andiva Sada Rifana Saraswati Universitas Multimedia Nusantara
  • Agustinus Rusdianto Berto Universitas Multimedia Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.35814/qhyayx67

Keywords:

Analisis Jaringan Wacana, Danantara, Kerangka Koaisi Wacana

Abstract

Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memaksimalkan pengelolaan investasi dan memperkuat perekonomian nasional. Peresmian BPI Danantara yang semula dijadwalkan pada 8 November 2024 batal dilaksanakan dan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan penundaan tersebut menuai beragam tanggapan, baik pro maupun kontra dari para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perdebatan wacana penundaan peresmian BPI Danantara yang tercipta di antara pemangku kepentingannya dan mengungkap aktor-aktor utama yang terlibat di dalamnya. Untuk itu, pemetaan akan dilakukan menggunakan metode Analisis Jaringan Wacana berdasarkan tinjauan teori Kerangka Koalisi Wacana. Pengumpulan data dilakukan terhadap 35 artikel pemberitaan dari 22 media daring nasional dalam rentang waktu 6-20 November 2024. Artikel-artikel tersebut dikoding secara kualitatif berdasarkan tema-tema wacana yang terbentuk, kemudian dipetakan secara kuantitatif dalam pengukuran jaringan wacana dan jaringan aktor. Penelitian ini menemukan beberapa temuan menarik yang tampak dalam beberapa bentuk jaringan wacana. aktor, jaringan konsep, dan jaringan afiliasi. Pertama adalah jaringan aktor, yaitu ditemukan adanya aktor utama yang pro terhadap wacana penundaaan peresmian BPI Danantara yang mampu menghubungkan berbagai koalisi aktor yang pro dan kontra terhadap wacana tersebut. Kedua pada jaringan konsep, yakni ditemukan adanya narasi utama yang cenderung pro terhadap wacana penundaan peresmian BPI Danantara yang mampu menghubungkan berbagai koalisis aktor-aktor yang pro dan kontra. Terakhir adalah jaringan afiliasi, yaitu sebagian besar koalisi-koalisi wacana yang terbentuk cenderung pro terhadap wacana penundaan peresmian BPI Danantara di mana aktor-aktor utama di dalamnya saling terhubung satu sama lain secara kohesif dalam sebuah narasi utama. Sementara aktor-aktor yang berkoalisi dalam wacana yang kontra terhadap wacana penundaan peresmian BPI Danantara tidak saling terhubung satu sama lain, tetapi justru mampu mengidentifikasi suatu wacana yang memuat potensi aktor yang akan menjadi kandidat pengelola BPI Danantara ke depannya. Untuk itu penelitian ke depannya perlu mendalami keterkaitan antara aktor-aktor utama dengan kerangka koalisi advokasi, terutama aktor-aktor yang berpotensi mengisi struktur pengelola BPI Danantara mendatang.

References

Abdurrahman, S. (2025). Tiga Bulan Tertunda, Peluncuran Danantara Akhirnya Diresmikan Prabowo Besok. https://www.tempo.co/ekonomi/tiga-bulan-tertunda-peluncuran-danantara-akhirnya-diresmikan-prabowo-besok-1211073

Al-Yamani, Z. (2024, November 21). Penundaan Rencana Pembentukan BPI Danantara Jadi Sorotan. Viva.Co.Id. https://www.viva.co.id/trending/1773864-penundaan-rencana-pembentukan-bpi-danantara-jadi-sorotan#goog_rewarded

Aladdin, Y., & Hanafi, D. (2023). Memaknai Pemberitaan Wacana Hukuman Mati Koruptor pada Media Republika. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 13(2), 133–146. https://doi.org/10.35814/coverage.v13i2.4380

Amrihani, H. A., Eriyanto, & Zulkifli, M. Y. (2024). Debate on Rice Import Policy in Indonesia: Discourse Network Analysis in Online Media. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 9(1), 118–131. https://doi.org/10.25008/jkiski.v9i1.1051 Haresti

Blum, S., & Kuhlmann, J. (2019). Stories of How to Give or Take–towards a Typology of Social Policy Reform Narratives. Policy and Society, 38(3), 339–355. https://doi.org/10.1080/14494035.2019.1657607

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). Sage Publications.

danantaraindonesia.com. (2025). Tentang Danantara Indonesia. https://www.danantaraindonesia.com/

Elislah, N. (2023). Discourse Network Analysis on Delaying Elections in President Joko Widodo’s Era. Jurnal ASPIKOM, 8(2), 225–240. https://doi.org/10.24329/aspikom.v8i2.1255

Eriyanto. (2014). Analisis Jaringan Komunikasi. Kencana.

Eriyanto. (2022). Analisis Jejaring Wacana: Konsep, Metode, dan Aplikasi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi, Politik, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Remaja Rosdakarya.

Gayati, M. D. (2024). Prabowo Luncurkan BP Investasi Danantara pada 8 November Mendatang. Antaranews.Com. https://www.antaranews.com/berita/4427321/prabowo-luncurkan-bp-investasi-danantara-pada-8-november-mendatang#google_vignette

Global SWF. (2025). Global SWF Rangking: Latest Updated August 2025. https://globalswf.com/ranking

Goodwin, D., Raffin, M., Jeffrey, P., & Smith, H. M. (2018). Evaluating Media Framing and Public Reactions in the Context of a Water Reuse Proposal. International Journal of Water Resources Development, 34(6), 848–868.

https://doi.org/10.1080/07900627.2017.1347085

Guo, V., & Velentina, R. A. (2025). Sovereign Wealth Fund (SWF) Institution: Roles and Challenges of the Indonesia Investment Authority (INA). Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(6), 120–129. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i6.7963

Hajer, M. (2002). Discourse Analysis and the Study of Policy Making. European Political Science, 2(1), 61–65. https://doi.org/10.1057/eps.2002.49

Hajer, M. A. (1993). Discourse Coalitions and the Institutionalization of Practice: The Case of Acid Rain in Britain. In F. Fischer & J. Forester (Eds.), The Argumentative Turn in Policy Analysis & Planning (pp. 43–76). Duke University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctv1220k4f

Hanych, M., Smekal, H., & Benák, J. (2023). The Influence of Public Opinion and Media on Judicial Decision-Making: Elite Judges’ Perceptions and Strategies. International Journal for Court Administration, 14(3), 1–19. https://doi.org/10.36745/IJCA.528

Hassapni, W., & Kurniawan, R. (2020). Kajian Kebijakan Penenggelaman Kapal Pelaku Illegal Fishing Dengan Discourse Network Analysis. Seminar Nasional Official Statistics, 2019(1), 49–58. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2019i1.115

Johan, S. (2022). Corporate Governance Principles in Sovereign Wealth Fund: The Case of Indonesia Sovereign Wealth Fund. Journal The Winners, 23(1), 65–71. https://doi.org/10.21512/tw.v23i1.7293

Kasih, P. C. (2023). Pertarungan Wacana Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dalam Media Online. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi Dan Informasi, 8(1), 19–34. https://doi.org/10.52423/jikuho.v8i1.15

Khanya, R. (2024). Influence of Media Framing on Public Perception of Climate Change. Journal of Communication, 5(2), 1–13. https://doi.org/10.47941/jcomm.1972

Komala, R. (2024). Jejaring Wacana pada Debat Kebijakan Publik di DPR RI: Isu Perlindungan Data Pribadi. Jurnal Komunikasi Global, 13(1), 175–198. https://doi.org/10.24815/jkg.v13i1.36954

Leifeld, P. (2020). Policy Debates and Discourse Network Analysis: A Research Agenda. Politics and Governance, 8(2), 180–183. https://doi.org/10.17645/pag.v8i2.3249

Markard, J., Rinscheid, A., & Widdel, L. (2021). Analyzing Transitions Through the Lens of Discourse Networks: Coal Phase-out in Germany. Environmental Innovation and Societal Transitions, 40, 315–331. https://doi.org/10.1016/j.eist.2021.08.001

Nowacki, C. E., Monk, A., & Decoster, B. (2020). Who Do Sovereign Wealth Funds Say They Are ? Using Structural Topic Modeling to Delineate Variegated Capitalism in Their Official Reports. Environment and Planning A: Economy and Space, 53(4), 1–30. https://doi.org/10.1177/0308518X20951808

Pasandaran, C. C., Primadani, I., Choirisa, S. F., & Yasak, E. M. (2024). Consent, Not Content, as the Central Discourse of Campus Sexual Violence Regulation. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 15(1), 24–34. https://doi.org/10.35814/coverage.v15i1.6281

Putri, M. P. D. G., Murtiningsih, B. S. E., & Juliadi, R. (2023). Discourse Network Analysis pada Stakeholder dan Integrated Value Creation dalam CSR Bank Mandiri. Jurnal Komunikasi Profesional, 7(2), 256–

274. https://doi.org/10.25139/jkp.v7i2.5998

Saputra, A. F. (2024). The Role of Social Media in Building Political Discourse: Political Polarization, UU ITE and Echo Chambers. Ijtihad, 40(1), 68–74.

Shawoo, Z., Maltais, A., Dzebo, A., & Pickering, J. (2023). Political Drivers of Policy Coherence for Sustainable Development: An Analytical Framework. Environmental Policy and Governance, 33(4), 339–350. https://doi.org/10.1002/eet.2039

Soemekto, I. (2024, November 18). BPI Danantara, antara Harapan dan Tantangan. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/bpi-danantara-antara-harapan-dan-tantangan

Sofia, H. (2024, November 7). BP Danantara dan Penantian Transformasi Besar BUMN. Mataram.Antaranews.Com. https://mataram.antaranews.com/berita/392673/bp-danantara-dan-penantian-transformasi-besar-bumn

Sovereign Wealth Fund Institute. (2024). Top 100 Largest Sovereign Wealth Fund Rankings by Total Assets. https://www.swfinstitute.org/fund-rankings/sovereign-wealth-fund

Supran, G., & Oreskes, N. (2021). Rhetoric and Frame Analysis of ExxonMobil’s Climate Change Communications. One Earth, 4(5), 696–719. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2021.04.014

Downloads

Published

2025-09-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

Di Balik Pertarungan Wacana: Membongkar Narasi Tersembunyi Penundaan Peresmian Danantara. (2025). CoverAge: Journal of Strategic Communication, 16(1), 115-137. https://doi.org/10.35814/qhyayx67