PENERAPAN DFMA PADA DESAIN PRODUK MOBILE FILE BERBASIS KOMPLEKSITAS PRODUK DAN PROSES

  • Ade Aulia Universitas Pancasila
  • Djoko Karmiadji Universitas Pancasila
  • Susanto Sudiro Universitas Pancasila
DOI: https://doi.org/10.35814/teknobiz.v8i1.904
Abstract views: 19 | PDF downloads: 516
Keywords: pemilihan material, kompleksitas, assembly

Abstract

Pengembangan metode pemilihan material dalam penentuan indeks kompleksitas proses
assembly dari komponen sepeda motor ditahap awal proses desain merupakan tujuan dari penelitian
ini. Indeks kompleksitas proses assembly (CIproses assembly) dipengaruhi oleh koefisien kompleksitas
relatif dari proses assembly (Ciproduk), yang merupakan fungsi dari nilai rata-rata pembobotan faktor
kompleksitas bagian perakitan (Cpart) dan presentase dari bagian yang berbeda (Xp). Faktor kesulitan
dalam perakitan terdiri dari kesulitan proses handling (Chf) dan kesulitan proses insertion (Cif). Nilai
material (Cm) yang dimasukkan ke dalam perhitungan kompleksitas akan mempengaruhi atribut
weight dan insertion resistance, material yang berbeda mempengaruhi tingkat kesulitan proses
perakitan. Semakin kecil indeks kompleksitas maka tingkat kerumitan untuk proses assembly
semakin kecil. Mekanisme assembling (perakitan) produk pada bagian yang berkelainan merupakan
sebuah proses yang sangat penting, sehingga dinegara-negara industri yang besar mereka sangat
mempertimbangkan proses assembling teruatama pada industri alat berat, otomotif, kedirgantaraan,
peralatan mesin, dan lain-lain sebagai sesuatu yang sangat besar pengaruhnya terhadap produk
domestik bruto mereka. Proses perakitan sendiri mengambil bagian besar 53 % dari total waktu
produksi dan 20 % dari total biaya produksi. Jika kita lebih mendalami lagi untuk permasalahan
biaya produksi maka totalnya biaya produksi terdistribusi menjadi 20 % untuk biaya proses
perakitan dan 80 % untuk biaya material dan proses lainnya.

Published
2018-02-26
Section
Articles