ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL (AC-WC) DALAM PENGGUNAAN POLYSTYRENE (STYROFOAM) DENGAN METODE MARSHALL
DOI:
https://doi.org/10.35814/tmtrjm84Keywords:
Campuran aspal AC-WC, Polystyrene, Styrofoam, Marshall, Perkerasan Fleksibel, Material Daur Ulang.Abstract
Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia menuntut peningkatan kualitas perkerasan jalan yang mampu menahan beban lalu lintas secara optimal. Di sisi lain, limbah plastik seperti polystyrene (styrofoam) yang sulit terurai menjadi tantangan lingkungan yang signifikan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah polystyrene sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal AC-WC guna meningkatkan kinerja teknis sekaligus mendukung konsep konstruksi ramah lingkungan. Variasi kadar polystyrene yang digunakan yaitu 2%, 2,5%, dan 3% dari total berat agregat. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Marshall untuk mengukur parameter seperti stabilitas, flow, rongga udara (VIM), rongga antar mineral agregat (VMA), dan rongga terisi aspal (VFA). Hasil menunjukkan bahwa campuran dengan 2,5% polystyrene menghasilkan performa paling optimal, khususnya dalam meningkatkan stabilitas campuran dan resistensi terhadap deformasi plastis. Temuan ini menunjukkan potensi limbah polystyrene sebagai material alternatif yang dapat memperpanjang umur layanan jalan serta mendukung keberlanjutan lingkungan.








