Analisis Resepsi Khalayak terhadap Iklan IM3 Ooredo Versi Ramai Sepi Bersama

  • Nuraini Widya Pramulyasari Universitas Negeri Surabaya
  • Feilina Amalia Universitas Negeri Surabaya
DOI: https://doi.org/10.35814/coverage.v12i1.1918
Abstract views: 1964 | PDF downloads: 1811
Keywords: Brand Empathy, Advertising, Reception, College Student

Abstract

Dalam keadaan pandemi, banyak perusahaan atau brand tertentu mengalami penurunan dalam pemasaran produk. Namun, setiap perusahaan tidak lagi sekadar menjual produk tetapi juga berusaha memberikan konten iklan yang berempati. Maka dari itu, dibuatlah iklan Indosaat Ooredo versi “Ramai  Sepi Bersama”sebagai pengimplementasian strategi brand empathy. Dalam penelitian ini menggunakan analisis resepsi sebagai metode penelitian yang melihat bagaimana khalayak menerima dan menelaah pesan yang ada pada iklan Indosat Ooredo versi “Ramai Sepi Bersama”. Narasumber yang merupakan kelima mahasiswa yang berada di Surabaya ini akan di wawancarai secara indepth terkait pandangan mereka tentang iklan. Adapun hasilnya mengungkapkan bahwa dua orang menyatakan sangat setuju dengan iklan yang dibuat (posisi Hegemoni-Dominan), sedangkan tiga orang lainnya menunjukkan kesetujuan mereka namun diberi tambahan mengenai apa yang seharusnya bisa lebih dilakukan Indosat dalam membuat sebuah iklan bertajuk empati (posisi Negosiasi).

 

References

Baron, R. A & Byrne, D. (2003). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.

Jensen, K. B. (1999). A Handbook of Qualitative Methodologies for Mass Communication Research: Media Audiences. London: Rotledge.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Aflabeta.

Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana, Prenada Media Group.

Johnson, K. & Kim. (2013). The impact of moral emotions on cause-related marketing campaigns: a cross-cultural examination. Journal of Business Ethics, Vol 112(1), 80-88. DOI: 10.1007/s10551-012-1233-6.

Yang, B. (2016). A link between consumer empathy and brand attachment on branded mobile apps: the moderating effect of ideal self-congruence. Indian Journal of Science and Technology, 9(25), 1-9.

Dhillon, D. J. (2013). Brand loyalty in hospitality sector in India: A case study of Indian hotels in Goa-Kerala. Journal of business and management, 9(3), 58-63.

Pedersen, C. L. (2021). Empathy‐based marketing. Psychology & Marketing, 38(3), 470-480.

Dewhirst, T., & Davis, B. (2005). Brand strategy and integrated marketing communication (IMC): A case study of Player’s cigarette brand marketing. Journal of Advertising, 34(4), 81-92.

Hariyati, F., & Sovianti, R. (2021). Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Mempertahankan Customer Loyalty pada Hotel Salak Bogor, Indonesia. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 11(2), 52-66.

Saputri, R. S. D. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga Terhadap Loyalitas Pelanggan Grab Semarang. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 10(1), 46-53.

Arista, D., & Astuti, S. R. T. (2011). Analisis pengaruh iklan, kepercayaan merek, dan citra merek terhadap minat beli konsumen. Jurnal Ilmiah Aset, Vol 13(1), 37-45.

Suryani, A. (2013). Analisis Resepsi Penonton Atas Popularitas Instan Video Youtube Keong Racun Sinta dan Jojoe. Jurnal The Messenger, Vol 5(1), 39-45.

Wahana, D. (2015). Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Generasi Millennial dan Budaya Sekolah Terhadap Ketahanan Individu (Studi Di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, Vol XXI(1), 14-22.

Sabani, N. (2018). Generasi milenial dan absurditas debat kusir virtual. Informasi: Kajian Ilmu Komunikasi, 48(1), 95-108.

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35-40.

Angkawijaya, Y. F. (2017). Peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan moral bangsa (Studi kasus peran konsep diri terhadap karakter mulia pada mahasiswa di Universitas X Surabaya). Widyakala: Journal of Pembangunan Jaya University, 4(1), 36-42.

Kantar Indonesia (14 April 2002). “COVID19 impact on Indonesian attitudes & behaviours: learning for brands.” https://www.kantar.com/Inspiration/Coronavirus/Webinar-COVID-19-Impact-on-Indonesian-Attitudes-Behaviours. Diakses 18 Agustus 2020.

Bella, A. (09 April 2020). “Bisnis bukan sekedar untung rugi, RedDoorz tunjukan empati via Red Heroes.” marketeers.com. Diakses 18 Agustus 2020.

Drajat, H. (16 April 2020). “Empati adalah Kunci Branding di Saat Krisis.” Venuemagz.com. Diakses 18 Agustus 2020.

Susanti, I. (24 April 2020). “Empati di tengah pademi, Kemenparekraf gunakan logo Thoughtful Indonesia.” ekbis.sindonews.com. Diakses 18 Agustus 2020.

Sukandar, A. (23 November 2018). “Empati itu baik untuk bisnis, ini dia 4 alasannya.” wartaekonomi.co.id. Diakses 18 Agustus 2020.

Yuswohady. Marketing in Corona Crisis. Yuswohady.com. Diakses 18 Agustus 2020.

Adi, T. (16 Febuari 2016). “Mengkaji khalayak media dengan metode penelitian resepsi.” sinaukomunikasi.wordpress.com. Diakses 18 Agustus 2020.

Kurniawan, S. (6 April 2020). “Saatnya merek berinvestasi kreatif di masa COVID 19.” marketeers.com. Diakses 18 Agustus 2020.

Published
2021-09-16
How to Cite
Pramulyasari, N. W., & Amalia, F. (2021). Analisis Resepsi Khalayak terhadap Iklan IM3 Ooredo Versi Ramai Sepi Bersama. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 12(1), 61-71. https://doi.org/10.35814/coverage.v12i1.1918
Section
Articles