ANALISIS YURIDIS PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI DENGANSYARAT DAPAT MEMBELI KEMBALI

Penulis

  • Revani Ramadhanti Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Pancasila
  • I Ketut Oka Setiawan Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Pancasila

Kata Kunci:

wanprestasi, pembatalan, keadilan

Abstrak

 Kajian penelitian tesis ini adalah untuk menganalisis praktik PPJB dengan syarat
dapat membeli kembali dan menganalisis terjadinya wanprestasi yang dijadikan
alasan untuk membatalkan suatu perjanjian dengan menganalisis putusan No.
556/PdtG/2019/PN Bks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundangan, pendekatan
konseptual dan pendekatan kasus. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat
disimpulkan pertama: syarat hak membeli kembali walaupun dilarang menurut
yurisprudensi, namun hal itu ditujukan untuk pembuatan PPJB yang merupakan
kamuflase dari hubungan hukum utang-piutang, sedangkan pada PPJB yang
memiliki hubungan hukum jual beli bukanlah hal yang dilarang; kedua: gugatan
wanprestasi wajib didahului adanya somasi atau teguran terlebih dahulu atau
akibat hukum dari wanprestasi telah dinyatakan secara tegas dalam perjanjian.
Menurut ratio decidendi dari hakim MA, terjadinya wanprestasi tidak serta merta
sebagai alasan untuk membatalkan PPJB, karena pada kasus yang dikaji dan fakta
persidangan dan demi keadilan serta keseimbangan, maka keterlambatan tergugat
melaksanakan prestasinya cukup diajukan gugatan keterlambatan, bukan gugatan
pembatalan PPJB. 

Diterbitkan

2026-07-15

Terbitan

Bagian

Articles