PENERAPAN KEBIJAKAN INSENTIF GREEN BUILDING DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.35814/infrastruktur.v6i1.1315Kata Kunci:
bangunan hijau, green building, kebijakan insentif, incentive policy, insentif bangunan hijau, green building incentiveAbstrak
Kota Bandung merupakan kota pertama di Indonesia yang telah menerapkan kebijakan insentif green building. Insentif yang akan diberikan kepada pemilik bangunan berupa insentif tambahan jumlah lapis lantai dan pengurangan pajak bumi dan bangunan. Sejak 2016, pemerintah Kota Bandung belum pernah melakukan monitoring, dan evaluasi tentang penerapan kebijakan insentif tersebut sehingga menyebabkan ketidaktahuan akan hasil pelaksanaannya selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kebijakan insentif di Kota Bandung, termasuk mengetahui permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dipikirkan solusinya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan target responden yang memiliki kaitan langsung dengan penerapan kebijakan insentif green building di Kota Bandung, antara lain Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) dan Tim Penyusun Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 1023 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung Hijau. Hasil penelitian membuktikan bahwa sampai saat ini belum ada insentif green building yang dikeluarkan oleh wali kota karena bangunan yang ada belum memenuhi persyaratan green building bintang 2 dan 3 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Diperoleh juga hasil bahwa peraturan insentif yang ada belum mengatur tentang besaran, bentuk, waktu pemberian dan masa berlaku/durasi dengan lebih rinci. Oleh karena itu, meskipun ada bangunan yang telah memenuhi persyaratan green building, pemilik bangunan/pengembang tersebut belum dapat memohon insentif green building. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah program sosialisasi yang harus dilakukan terhadap pihak pemerintah maupun masyarakat, dan pembuatan peraturan lanjutan yang mengatur detail kebijakan insentif.
Referensi
Andapita, V. (2019, March). Lack of awareness for green buildings in Jakarta. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2019/03/14/lack-of-awareness-for-green-buildings-in-jakarta.html
Antoniades, H. (2011). The application of taxation benefits and incentives for green buildings. State of Australian Cities National Conference, 1–10.
Lampiran Peraturan Wali Kota 1023 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung Hijau, (2016).
BEAM. (2012). BEAM 4/04 dan 5/04 Certified Building. https://www.beamsociety.org.hk/en_beam_assessment_project_4.php. [15 Juli 2018].
BEE. (2015). China’s Growing Green Building Industry and How U.S. Companies Can Get Involved. http://www.export.gov/ China/build/groups/public/@eg_cn/documents/webcontent/eg_cn_088721.pdf. [30 Juli 2019]
CASBEE. (2016). CASBEE Certification System. http://www.ibec.or.jp/CASBEE/english/ certificationE.htm. [02 April 2019]
Chan, A. P. C., Darko, A., dan Ameyaw, E. E. (2017). Strategies for Promoting Green Building Technologies Adoption in the sustainability Strategies for Promoting Green Building Technologies Adoption in the Construction Industry — An International Study. Sustainability (Switzerland), June, 1–18. https://doi.org/10.3390/su9060969
CNN Indonesia. (2015). RI Komitmen Turunkan Emisi 29 Persen di Tahun 2030. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20151201004704-134-95078/ri-komitmen-turunkan-emisi-29-persen-di-tahun-2030. [04 Oktober 2019].
Deng, Y., dan Eigerman, J. (2010). Non-Federal Green Building Incentives. The Real Estate Finance Journal, 54–71.
DPKP3 Kota Bandung. (2016). Visi dan Misi Kota Bandung. http://dpkp3.bandung.go.id/profil/visi-dan-misi. [29 Februari 2020].
GBCI. (2019). GREENSHIP certification in progress. http://www.gbcindonesia.org/greenship/certification. [14 April 2019].
Gündes, S., dan Yildirim, S. U. (2015). The use of incentives in fostering green buildings. Metu Journal of the Faculty of Architecture, 32(2), 45–59. https://doi.org/10.4305/METU.JFA.2015.2.3
Hashim, S. Z., Zakaria, I. B., Ahzahar, N., Yasin, M. F., dan Aziz, A. H. (2016). Implementation of green building incentives for construction key players in Malaysia. International Journal of Engineering and Technology, 8(2), 1039–1044.
IGBC. (2019). Indian Green Building Council. https://igbc.in/igbc/redirectHtml.htm? redVal=showAboutusnosign. [02 April 2019].
Leung, T. M., dan Chau, C. K. (2013). A Review on Barriers, Policies and Governance for Green Buildings and Sustainable Properties. Urban Density dan Sustainability, September, 1–8.
Mahal, A. N., dan Phansalkar, A. A. (2016). Accelerating green building growth with old dan new policy instruments. International Journal of Engineering Reserach and Application, 6(8), 59–63.
Marseva, A. D. (2014). Persepsi masyarakat dan analisis ekonomi terhadap green building pt. xyz subang amalia dwi marseva.
Olubunmi, O. A., Xia, P. B., dan Skitmore, M. (2016). Green building incentives: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 59(October 2017), 1611–1621. https://doi.org/10.1016/j.rser.2016.01.028
Pippin, A. M. (2009). Survey of Local Government Green Building Incentive Programs for Private Development Survey of Local Government Green Building Incentive Programs for Private Development.
Pitoko, R. A. (2016). Salah Kaprah Green Building di Indonesia. Kompas.Com. https://properti.kompas.com/read/2016/07/30/183000821/Salah.Kaprah.Green.Building.di.Indonesia
Ramadhan, F., dan Osly, P. J. (2019). Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Dan Kecukupannya Di Kota Depok. Jurnal Infrastruktur, 5(1), 7–11. https://doi.org/10.35814/infrastruktur.v5i1.663
Rumah.com. (2014). Berbagai Masalah Penghambat Penerapan Konsep Green Building. Rumah.Com. https://www.rumahku.com/artikel/read/berbagai-masalah-penghambat-penerapan-konsep-green-building-409869. [03 Desember 2019].
Sucipto, T. L. A., Hatmoko, J. U. D., Sumarni, S., dan Pujiastuti, J. (2014). Kajian Penerapan Green Building Pada Gedung Bank Indonesia Surakarta. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Dan Kejuruan (JIPTEK), 7(2), 17–24.
UNEP. (2009). Buildings and climate change. https://www.greeningtheblue.org/sites/default/files/Buildings and climate change_0.pdf. [06 Februari 2020].
Wang, J., Lee, K., Arch, M., dan Park, I. (2014). G-SEED : The Revised Korean Green Building Certification System. 30th International PLEA Conference, December, 1–3.
Wimala, M., Akmalah, E., dan Sururi, M. R. (2016). Breaking through the Barriers to Green Building Movement in Indonesia: Insights from Building Occupants. Energy Procedia, 100(September), 469–474. https://doi.org/10.1016/j.egypro.2016.10.204
Wiyono, E. S., Dusia, E. L., Alifen, R. S., dan Rahardjo, J. (2014). Pengaruh Parameter Bangunan Hijau GBCI Terhadap Fase Proyek. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 1(1), 1–6.
Yudelson Associates. (2007). Green Building Incentives That Work : A Look at How Local Governments Are Incentivising Green Development. In NAIOP Research Foundation.










