Kebahagiaan Remaja Panti Asuhan

Penulis

  • Christy Angela Indra Gunawan Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.35814/mindset.v11i02.1385

Kata Kunci:

kebahagiaan, remaja, panti asuhan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana para remaja panti asuhan menggambarkan kebahagiaan mereka walaupun mereka tidak tinggal bersama keluarga mereka. Responden penelitian ini merupakan 4 orang remaja yang tinggal di panti asuhan Salib Putih dengan usia 15-18 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Intrinsic Case Study dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa konsep kebahagiaan remaja panti asuhan banyak berkaitan dengan hubungan sosial, baik dengan keluarga ataupun teman sebaya. Selain itu, kebahagiaan mereka meliputi hidup yang tanpa masalah, kemampuan beradaptasi, tinggal di lingkungan yang mendukung, dan mendapatkan kasih sayang orangtua. Kemudian, sumber-sumber kebahagiaan mereka adalah ketika mereka mampu melakukan hobi mereka, mampu meregulasi emosi, dan bisa bertemu orangtua. Selain konsep kebahagiaan dan sumber-sumber kebahagiaan, persepsi tentang lingkungan tempat tinggal, terpenuhinya kebutuhan, kemampuan untuk melanjutkan sekolah, rasa syukur dan kemampuan untuk memaafkan, orientasi masa depan, dan optimisme terhadap masa depan juga menjadi faktor penting dalam menjelaskan kebahagiaan remaja panti asuhan.

Referensi

Carr, A. (2004). Positive psychology: The science of happiness and human strengths. New York: Brunner-Routledge.

Csikszentmihalyi, M. & Hunter, J.P. (2003). Happiness in everyday life: The uses of experience sampling. Journal of Happiness Studies, 4(2). 185–199.

Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. (2008). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Dewi, E. M. P. (2014). Konsep kebahagiaan pada remaja yang tinggal di jalanan, panti asuhan dan pesantren. Intuisi Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(1), 28-33.

Ekman, P. (2003). Emotion revealed. New York: Times Books Henry Hold and Company.

Elfida, D., Lestari, Y. I, Diamera, A, Angraeni, R., & Islami, S. (2014). Hubungan baik dengan orang yang signifikan dan kontribusinya terhadap kebahagiaan remaja Indonesia. Jurnal Psikologi, 10(2), 66-73.

Hartati, L. & Respati, W. S. (2012). Kompetensi interpersonal pada remaja yang tinggal di panti asuhan asrama dan yang tinggal di panti asuhan cottage. Jurnal Psikologi, 10(2), 79-86.

Herbyanti, D. (2009). Kebahagiaan (happiness) para remaja di daerah abrasi. Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, 11(2), 60-73.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan suatu pendekatan rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Rahardjo, W. (2007). Kebahagiaan sebagai suatu proses pembelajaraan. Jurnal Penelitian Psikologi, 12(2), 127-137.

Seligman, M. (2002). Authentic hapiness. New York: Free Press.

Sukidi. (2004). Rahasia sukses hidup bahagia, kecerdasan spiritual: Mengapa SQ lebih penting daripada IQ dan EQ. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Supradewi, R. & Mazaya, M. N. (2011). Konsep diri dan kebermaknaan hidup pada remaja di panti asuhan. Proyeksi, 6(2), 103-112.

Williams, B., Sawyer, C., & Stacey. C. (2006). Marriages, families & intimate relationship: A practical introduction. USA: Pearson Education, Inc.

Unduhan

Diterbitkan

2020-12-02

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kebahagiaan Remaja Panti Asuhan. (2020). Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 11(02), 68-85. https://doi.org/10.35814/mindset.v11i02.1385