SPIRITUALITAS PERSAUDARAAN INKLUSIF: REFLEKSI PASTORAL BERSAMA PENYANDANG DISABILITAS

Penulis

  • Apolonia Lama Ewak STP-IPI Malang
  • Yohanes Subasno Program Studi Palayanan Pastoral

DOI:

https://doi.org/10.65179/Suluh.2026.9322

Kata Kunci:

inklusivitas, persaudaraan, penyandang disabilitas, solidaritas, pemberdayaan

Abstrak

Penelitian ini berangkat dari persoalan keterpinggiran penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan keagamaan, yang menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana komunitas beriman dapat membangun semangat persaudaraan yang lebih terbuka dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif reflektif melalui studi pustaka dan refleksi pengalaman lapangan. Sumber kajian meliputi berbagai literatur teologis dan sosial tentang inklusi, kemanusiaan, serta pemberdayaan kelompok rentan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan mampu memperkaya dinamika komunitas serta memperkuat solidaritas antaranggota. Kehadiran mereka menjadi pengingat pentingnya penghargaan terhadap martabat manusia dan nilai kemanusiaan universal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai persaudaraan yang inklusif perlu diwujudkan melalui penerimaan, keterlibatan, pendampingan, pendidikan yang adaptif, serta pengakuan terhadap kontribusi nyata penyandang disabilitas dalam kehidupan bersama.

Referensi

Dykstra, R. (2005). Pastoral care and empowerment: The ministry of listening. Fortress Press.

Francis. (2020). Fratelli Tutti: On fraternity and social friendship. Vatican Press.

Francis, P. (2020). Fratelli Tutti: On fraternity and social friendship. Vatican Press.

Franciscus. (2015). Laudato Si’: On care for our common home. Vatican Press.

Indrajaya, A., & Widianto, A. (2024). Teladan kepemimpinan Yesus Kristus dalam narasi Injil Markus dan sumbangannya bagi kepemimpinan secara umum dan dalam Gereja. Teologis-Relevan-Aplikatif-Cendikia-Kontekstual, 3(2), 90–118. https://doi.org/10.61660/track.v3i2.195

Komisi Teologi KWI. (2018). Iman yang hidup dan inklusif: Refleksi teologis tentang manusia dan martabatnya. Konferensi Waligereja Indonesia.

Nouwen, H. (2001). The wounded healer: Ministry in contemporary society. Image Books.

Rahner, K. (2004). Spiritual writings. Crossroad Publishing Company.

Rahner, K. (2016). Foundations of Christian faith: An introduction to the idea of Christianity. Crossroad Publishing Company.

Subasno, Y. (2017). Masalah disabilitas dan sosial kemasyarakatan: Laporan hasil penelitian survei kuantitatif bersama Pilar Analisa Indonesia. Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(1), 65–76. https://scholar.google.com/scholar?cluster=13004963426737962569

Take, H. (2022). Pengaruh spiritualitas Santo Fransiskus Assisi terhadap hidup dan karya para guru SMP Keluarga Gubug. Skripsi, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Widya Yuwana Madiun

Tarihoran, E. (2024). Pembentukan katekis zaman modern: Memahami makna biblis-teologis martabat. Jurnal Pelayanan Pastoral, 122–135

United States Conference of Catholic Bishops. (2017). Guidelines for the celebration of the sacraments with persons with disabilities: Revised edition. USCCB Publishing.

Vanier, J. (1998). Becoming human. Paulist Press.

Vatican Council II. (1965). Gaudium et Spes: Pastoral constitution on the Church in the modern world. Vatican Press.

World Health Organization, & World Bank. (2011). World report on disability. WHO Press.

Diterbitkan

2026-02-27

Cara Mengutip

SPIRITUALITAS PERSAUDARAAN INKLUSIF: REFLEKSI PASTORAL BERSAMA PENYANDANG DISABILITAS. (2026). SULUH: Jurnal Abdimas, 7(2), 201-211. https://doi.org/10.65179/Suluh.2026.9322