ANALISIS STRATEGI BISNIS PENGEMBANGAN INVESTASI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK MENGGUNAKAN SWOT-QSPM
DOI:
https://doi.org/10.65179/ec8crd88Keywords:
Strategi Bisnis, Investasi Bandara, SWOT, IFE, EFE, Bandara Internasional LombokAbstract
Bandara Internasional Lombok (BIL) memiliki peran strategis sebagai infrastruktur konektivitas udara sekaligus gerbang utama kawasan pariwisata super prioritas Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB). Peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata menuntut pengelola bandara untuk merumuskan strategi investasi yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis pengembangan investasi Bandara Internasional Lombok menggunakan kerangka terintegrasi Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Matriks Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), serta Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) guna menentukan prioritas strategi yang konkret. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam terhadap 6 orang key informants/pakar kebandarudaraan, kuesioner pembobotan, serta data sekunder laporan keuangan dan trafik PT Angkasa Pura I (Persero) periode 2014-2019. Temuan utama menunjukkan kekuatan internal utama BIL terletak pada kepemilikan lahan luas (538,5 Ha) dan kehandalan SDM, sementara kelemahan utama mencakup kerugian operasional dan bisnis non-aeronautika yang belum optimal. Peluang eksternal didorong oleh penetapan DPSP Mandalika dan regulasi Perpres No. 32/2020, sedangkan ancaman utama adalah fluktuasi kunjungan dan keterbatasan izin penerbangan asing. Hasil matriks IFE (skor 2,60) dan EFE (skor 2,33) menempatkan posisi BIL pada Sel V (Hold and Maintain/Jaga dan Pertahankan). Hasil analisis QSPM menetapkan tiga prioritas strategi utama: (1) Melakukan efisiensi biaya operasional (TAS = 5,94), (2) Melakukan Strategic Partnership untuk pengembangan bisnis non-aeronautika (TAS = 5,89), dan (3) Mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Pemerintah (TAS = 5,69). Kombinasi strategi Cost Leadership dan penetrasi pasar/pengembangan produk secara terukur direkomendasikan sebagai landasan utama pengambilan keputusan investasi yang rasional.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Laela Fadhilah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






















