SUBMIT NOW |
---|
![]() |
INFORMATION |
---|
For Readers |
For Authors |
For Librarians |
In Cooperation With | |
---|---|
![]() |
|
![]() |
![]() |
![]() |
ISSN |
---|
Indexing |
---|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Tools |
---|
Journal Title : Journal of Tourism Destination and Attraction
Frequency : 2 Issues Every Year (June and December)
DOI : Prefix 10.35814/tourism by Crossref
Print ISSN : 2339-1987
Online ISSN : 2685-6026
Editor-in-Chief : Devi Roza K. Kausar, Ph.D.,CHE.
Managing Editor : Dr. Yustisia Pasfatima Mbulu, SST.Par., M.Si.
Publisher : Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila
Citation Analysis : SINTA 5 | Portal Garuda | Google Scholar
Google Scholar : ( 477 ) Citations | ( 12 ) h-index | ( 16 ) i10-index
Indexing & Tools : SINTA 5 | Portal Garuda | Google Scholar | Crossref | Base | Orcid |
Mendeley | Turnitin | Grammarly
Salam Pariwisata,
Halo semua peneliti pariwisata! Kita bertemu lagi dalam penerbitan JTDA Edisi 9 No. 2 Juni 2021 ini. Sebelumnya mari kita sama-sama berdoa untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini agar segera terlepas dari pandemi Covid-19 yang semakin mewabah dengan varian barunya. Semoga peneliti-peneliti pariwisata segera bisa mengeksplor kembali lokus-lokus penelitian yang ditargetkan. Aamiin.
Namun tetap semangat! Masih banyak yang bisa lakukan dalam penulisan hasil penelitian, maupun pengumpulan data yang masih bisa dilakukan dengan komunikasi online atau menggunakan aplikasi digital. Pada edisi ini terdapat artikel-artikel yang menarik dan beragam tema yang dikirimkan kepada kami. Terimakasih telah memilih JTDA untuk publikasi hasil penelitiannya. Dari sekian banyak artikel yang masuk, kami pilihkan artikel-artikel terbaik yang telah kami seleksi untuk dipublikasikan pada edisi saat ini. Untuk edisi kali ini ada tujuh artikel yang dipublikasikan antara lain :
Artikel dari Yuviani Kusumawardhani memaparkan hasil penelitiannya tentang Dark Tourism, untuk mendapatkan konsep baru strategi pengembangan Goa Gudawang yang memiliki potensi yang cukup menjanjikan sebagai tujuan wisata Special Interest Dark Tourism. Penelitian Shandra Rama Panji Wulung, Budi Brahmantyo dan Arief Rosyidie, menyusun Konsep Kotak Geowisata dan penerapannya di destinasi pariwisata cekungan Bandung. Peneliti meyakini bahwa bentuk geologi yang didukung dengan keanekaragaman hayati dan budaya dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan geowisata.
Alma Widianti, Hindun Nurhidayati, dan Fahrurozy Darmawan menggali tentang persepsi wisatawan domestik mengenai ekowisata di Wana Wisata Kawah Putih. Penelitian para penulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi atraksi alam dan menganalisis persepsi wisatawan domestik terhadap destinasi ekowisata di Wana Wisata Kawah Putih.
Nur Jae Priyatna dan Hera Widyastuti memfokuskan penelitian mereka pada kebutuhan akan tempat wisata yang nyaman dan relevan bagi semua jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dengan menganalisis tingkat kesesuaian harapan wisatawan terhadap pariwisata Umbul Ponggok Kabupaten Klaten. Lain halnya dengan Daniel Widjaja, Yustisia Pasfatima Mbulu dan Sarfilianty Anggian, penelitian mereka lebih berfokus pada pelaku wisata khususnya dalam manajemen hotel; dengan melakukan penelitian tentang peranan budaya organisasi dalam membangun loyalitas karyawan (studi kasus pada Hotel Grand Hyatt Jakarta). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada beberapa indikator karakteristik budaya organisasi yang sudah terpenuhi, ada beberapa yang perlu dipertimbangkan, dan indikator mana yang mampu meningkatkan tingkat kepatuhan karyawan, dedikasi terhadap perusahaan dan yang bisa membuat karyawan memiliki integritas.
Ada dua penelitian yang menggali hal yang unik untuk dijadikan daya tarik suatu destinasi wisata antara lain: Anak Agung Gde Raka Dalem, meneliti jenis-jenis kupu-kupu yang ditemukan di kawasan Jatiluwih, untuk mengetahui apakah kupu-kupu bisa dijadikan potensi sebagai daya tarik ekowisata dan bagaimana persepsi pemangku kepentingan pengembangan ekowisata kupu-kupu di kawasan tersebut. Penelitian Kezia Elsty mencoba meyakinkan bahwa potensi kekayaan budaya dan kuliner ciri khas suatu daerah dapat dijadikan sebagai potensi daya tarik wisata. Dengan mengangkat Kue Geplak Betawi yang sudah hampir punah dan menjadi asing di tanahnya sendiri. Penelitian ini dirancang untuk menelusuri sejarah, filosofi dan budaya makan dari kue Geplak ini sebagai upaya untuk membuat kue ini lebih dikenal kembali oleh masyarakat luas.
Demikian sekilas uraian dari artikel- artikel yang dipublikasikan JTDA pada edisi 9 No. 2, Juni 2021 ini, semoga bermanfaat, selamat membaca dan sampai jumpa di edisi berikutnya.
Salam hangat selalu,
Editor JTDA
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1613
Abstract views: 651 |
pdf downloads: 672
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1696
Abstract views: 1118 |
pdf downloads: 835
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1775
Abstract views: 1499 |
pdf downloads: 1440
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1816
Abstract views: 1335 |
pdf downloads: 1288
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1744
Abstract views: 362 |
pdf downloads: 304
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.2336
Abstract views: 588 |
pdf downloads: 515
DOI:
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1614
Abstract views: 453 |
pdf downloads: 378
SUBMIT NOW |
---|
![]() |
INFORMATION |
---|
For Readers |
For Authors |
For Librarians |
In Cooperation With | |
---|---|
![]() |
|
![]() |
![]() |
![]() |
ISSN |
---|
Indexing |
---|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Tools |
---|