Peranan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Individu Menikah yang Belum Memiliki Anak

Penulis

  • Juswita Sari Putri Sunarta Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma, Jakarta, Indonesia
  • Alia Rizki Fauziah Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35814/mindset.v15i02.5863

Kata Kunci:

belum memiliki anak, dukungan sosial, menikah, resiliensi

Abstrak

Pasangan menikah yang menginginkan keturunan namun belum mendapatkannya dihadapkan dengan efek psikologis yang negatif. Faktor eksternal seperti budaya dan tuntutan keluarga, membuat mereka menjadi rentan stres, merasa cemas, tidak bahagia, tidak berharga sehingga diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dari kondisi tidak nyaman yang disebut resiliensi. Inidvidu yang memiliki resiliensi yang tinggi mampu bangkit dan berusaha lagi setelah mengalami kesulitan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiliensi individu adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar peranan dukungan sosial terhadap resiliensi individu menikah yang belum memiliki anak. Responden dalam penelitian ini berjumlah 112 responden, berusia 20-40 tahun, minimal usia pernikahan 12 bulan dan belum memiliki anak. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu adalah Resilience Scale (Wagnild & Young, 1993) untuk mengukur tingkat resiliensi dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (Zimet, dkk., 1988). Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan teknik analisis data regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat peranan dukungan sosial (R2 = 0,375) terhadap resiliensi pada individu menikah yang belum memiliki anak. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berkontribusi sebesar 37,5% terhadap resiliensi pada individu menikah yang belum memiliki anak.

Referensi

Amelia, S., Asni, E., & Chairilsyah, D. (2014). Gambaran ketangguhan diri (resiliensi) pada mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran universitas riau. (Disertasi tidak dipublikasikan), Universitas Riau.

Aldo, D., & Riliyanda, D. (2019). Aplikasi system pakar dalam mendiagnosa penyakit infertilitas pada pria menggunakan metode certainty factor berbasis web. Teknoif Jurnal, 7(1), 20-31.https://doi.org/10.21063/jtif.2019.V7.1.20-31

Bella, A. (2023, Mei 6). 8 Penyebab infertilitas pada wanita dan factor risikonya. Alodokter.com. https://www.alodokter.com/penyebab-infertilitas-wanita-yang-perlu-diketahui

Hidayah, S. N. (2022). Sosial support and resilience in early adult women victims of dating violence. Aji International Journal of Social Science, 1(1), 30-40. 10.30872/aijoss

Idris, R., Bhanu., & Hartamto (2006). Logam berat, radiasi, diet, rokok, alkohol, dan obat-obatan sebagai penyebab infertilitas pada pria. Jurnal Keperawatan Indonesia, 10 (2), 70-75.

Jannah, S. N., & Rohmatun. (2018). Hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada penyintas banjir rob Tambak Lorok. Proyeksi: Jurnal Psikologi, 13(1), 1-12.

Kasdu, D. (2002). Kiat sukses pasangan memperoleh keturunan. Puspa Swara.

Laksana, S. O., & Virlia, S. (2019). Pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada mantan pecandu narkoba. Psychopreneur Journal, 3(2), 55-62. https://doi.org/10.37715/psy.v3i2.1371

Lega, F., & Castellini, G. C. (2022). Resilient health systems: What we know; what we should do. Emerald Publishing Limited.

Mauna, A., Gazadinda, R., & Rahma, N. (2020). Hubungan persepsi dukungan sosial dan resiliensi orang tua anak berkebutuhan khusus. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 9(2), 102-110. http://doi.org/10.21009/JPPP

Missasi, V., & Izzati, I. D. C. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 433-441.

Mufidah, A. C. (2017). Hubungan antara duku-ngan sosial terhadap resiliensi pada mahasiswa bidikmisi dengan mediasi efikasi diri. Jurnal Sains Psikologi, 6(2), 68- 74. http://dx.doi.org/10.17977/um023v6i12017p068

Montminy, Z. (2016). 21 days to resilience: How to transcend the daily grind, deal with the tough stuff, and discover your strongest self. HarperOne.

Noviekayati, I., & Safitri, A. M. (2020). The social support effect on resilience of covid-19 survivors. Internasional Seminar of Multicultural Psychology,189-196.

Patty, S., Wijono, S., & Setiawan, A. (2016). Hubungan dukungan sosial teman sebaya, kontrol diri, dan jenis kelamin dengan prestasi belajar siswa di SMA Kristen YPKPM Ambon. Jurnal Psikodimensia, 15(2), 204-235.

Pratiwi, R. S. (2021). (2021, Juli 10) Ternyata resiliensi orang Indonesia tergolong rendah, apa artinya?. Kompas.com. https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/10/160407820/ternyata-resiliensi-orang-indonesia-tergolong-rendah-apa-artinya?page=all

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life’s inevitable obstacles. Broadway Books.

Rojas, F. L. (2015). Factors affecting academic resilience in middle school students: A cae study. Gist Education And Learning Research Journal, 11(11), 63-78.

Safitriana. (2022, Mei 23). Kemandulan (infertil): Stigma negatif pada wanita di Indonesia. Kemenkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/12/kemandulan-infertil-stigma-negatif-pada-wanita-indonesia

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health psychology: Biopsychological interaction, (8th ed). John Wiley & Sons.

Sasongko, B., Mariyanti, S., & Safitri, D. (2020). Hubungan dukungan sosial dengan resiliensi pada perempuan yang mengalami infertilitas. JCA Psikologi, 1(2), 114-123.

Sarwar, M., Inamullah, H., Khan, N., & Anwar, N. (2010). Resilience and academic achievement of male and female secondary level students in pakistan. Journal of College Teaching & Learning, 7 (8), 19-24.

Susanti, S., & Nurchayati. (2019). Menikah tanpa keturunan: Masalah psikologis yang dialami perempuan menikah tanpa anak dan strategi coping dalam mengatasinya. Character, Jurnal Penelitian Psikologi, 06(1), 13.

Susilawati, D. & Restia, V. (2019). Hubungan obesitas dan siklus menstruasi dengan kejadian infertilitas pada pasangan usia subur di klinik DR. HJ. Putri Sri Lasmini SpOG (K) periode Januari-Juli 2019. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 2(1), 1-8.

Straight, B. R. (2001). Panduan belajar: Keperawatan ibu-bayi baru lahir. Buku kedokteran EGC.

Tampi, B., Kumaat, L., & Masi, G. (2013). Hubungan sikap dukungan sosial dengan tingkat resiliensi stres penyintas banjir di Kelurahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado. Jurnal Keperawatan, 1(1).

Tedjawidjaja, D. & Rahardanto, M. S. (2015). Antara harapan dan takdir: Resolution to infertility pada perempuan infertil. Jurnal Expert, 3(1), 109-119

Wagnild, G. M., & Young H. M. (1993). Development and psychometric evaluation of the resilience scale. Journal of Nursing Measurement, 2(1), 165-178

Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The multidimensional scale of perceived social support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30–41. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5201_2

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-29

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Peranan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Individu Menikah yang Belum Memiliki Anak. (2025). Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 15(02), 173-182. https://doi.org/10.35814/mindset.v15i02.5863

Artikel Serupa

51-60 dari 75

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.