Peran Religiusitas dan Psychological Well-Being terhadap Resiliensi Korban KDRT

Penulis

  • Erna Risnawati Fakultas Psikologi, Universitas Mercu buana
  • Alfida Arisandi Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana
  • Rizki Dawanti Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana

DOI:

https://doi.org/10.35814/mindset.v10i02.836

Kata Kunci:

psychological well-being, religiusitas, resiliensi, KDRT

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran religiusitas dan Psychological Well-beingterhadap Resiliensi pada wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuh pada dua lembaga sosial penanganan KDRT di jakarta sebanyak 65 orang, dengan rentang usia 17-50 tahun. Alat ukur pada penelitian ini adalah skala religiusitas yang disusun berdasarkan dimensi religiusitas yang dikemukakan oleh Glock dan Stark (1968), RPWB (Ryff’s Psychological Well-being) yang dikembangkan oleh Ryff (1998) dan skala Resiliensi dengan menggunakan Resilient Question (RQ) yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatte (2002)melalui analisis regresi diketahui bahwa religiusitas berperan terhadap resiliensi wanita korban KDRT sebesar 11,8%, (p<0.05) sedangkan PWB berperan sebesar 59% (p<0.05). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk pemerintah atau lembaga sosial untuk KDRT agar meningkatkan religiusitas dan well-being korban untuk meningkatkan resiliensi korban KDRT.

Referensi

Aisha, D. L. (2014). Hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan keluarga

yatim muhammadiyah surakarta. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta .

Ancok, D., & Suroso, F. N. (2011). Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Azwar, S. (2007). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baquandi, dkk. (2009). Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Malang: Universitas Negeri Malang.

Bastaman, H.P. (2000). Meraih Hidup Bermakna Kisah Pribadi Dengan Pengalaman Tragis. Jakarta: Paradikma.

Budiman, Y. (2017, Maret 8). Tribun News. Retrieved Juli 12, 2017, from Tribun News: http://www.tribunnews.com

Burns, R. A., Anstey, K. J., & Windsor, T. D. (2010). Subjective well-being mediates the effects of resilience and mastery on depression and anxiety in a large community sample of young and middle-aged adults. The Royal Australian and New Zealand College of Psychiatrists, 45(3), 240-248.

Crocker, J., & Park, L. E. (2004). The costly pursuit of self-esteem. Psychological Bulletin, 130(3), 392–414.

Detik.Com. (2018, 10 11). Riset: 30 Persen Remaja DKI Pernah Depresi, Sebagian Sampai Ingin Bunuh Diri. Dipetik 12 15, 2018, dari Detik.com: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4251448/riset-30-persen-remaja-dki-pernah-depresi-sebagian-sampai-ingin-bunuh-diri

Ekasari, A. (2010). Attachment pada ayah dan penerimaan peer group dengan resiliensi study kasus pada siswa laki laki ditingkat sekolah menengah pertama (SMP). JurnalSoul, 2(2), 33-61.

Fitriani, A. (2016). Peran religiusitas dalam meningkatkan psychological well being. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 11(1), 57-80.

Gupta, S., Avasthi, A., & Kumar, S. (2011). Relationship between religiosity and psychopathology in patients with depression. Indian journal psychiatry, 53(4), 330-335.

Hamidah, T., & Gamal, H. (2019). Hubungan religiusitas dengan psychological well-being pada anggota Satpamwal Denma Mabes TNI. Ikraith-Humaniora I , 3(2), 139-146.

Handayani, D. T., Lilik, S., & Agustin, R. W. (2011). Perbedaan psychological well-being ditinjau dari strategi self management dalam mengatasi work family conflict pada ibu bekerja. jurnal Wacana , 3(2), 42-58.

Hurlock, E. B. (2000). Psikologi Perkembangan. Erlangga.

Ibrahim, M. H., Somers, J. A., Luecken, L. J., Fabricius, W. V., & Cookston, J. T.(2017). Father–adolescent engagement in shared activities: Effects on cortisol stress response in young adulthood. Journal of Family Psychology, 31(4), 485-494. DOI:10.1037/fam0000259.

Jia, R., & Schoppe-Sullivan, S. J. (2011). Relations between coparenting and father involvement in families with preschool-agechildren.Developmental Psychology, 47(1), 106–118.

Kasen, S., Wickramaratne, P., Gameroff, M. J., & Weissman, M. M. (2012). Religiosity and resilience in persons at high risk for major depression. Psychological Medicine, 42(3), 509-519. https://doi.org/10.1017/S0033291711001516.

Komnas Perempuan. (2017, Maret 7). Retrieved April 2017, from Komnas Perempuan: http://www.komnasperempuan.go.id

Mallers, M. H., & Neupert, S. D. (2010). Perception of chilhood relationship with mother and father: Daily emotional and stressor experiences in adulthood. Developmental Psychology, 46(6), 1651-1665.

Mardiah, A., Satriana, D. P., & Syahriatib, E. (2017). Peranan dukungan sosial dalam mencegah kekerasan dalam pacaran: studi korelasi pada remaja di Jakarta. Jurnal Psikologi Ulayat,4(1), 29-42.

Mayasari, R. (2014). Religiusitas islam dan kebahagiaan (sebuah telaah dengan perspektif psikologi). Al-Munzir, 7(2), 81-100.

Pertiwi, M. (2011). Dimensi religiusitas dan resiliensi pada residen narkoba di Bnn Lido. Skripsi Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta .

Phares, V. (1993). Perceptions of Mothers' and Fathers' Responsibility for Children's Behavior. Sex Roles, 29(11-12), 839-851.

Putri, N., & Aviani, Y. I. (2018). Gambaran istri korban KDRT yang mempertahankan pernikahannya.Universitas Negeri Padang.

Rahayu, S. N. (2013). Kecemasan dan strategi coping istri yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga di Samarinda. Jurnal Ilmiah Psikologi Psikoborneo, 1(1), 80-81.

Ramadani, S. P. (2015). Pelatihan berani tangguh dan mandiri untuk meningkatkan psychological well-being pada remaja di panti asuhan. Skripsi thesis. UIN Syarif Kasim Riau .

Reich, J. W., Zautra, A. J., & Hall, J. S. (2012). Handbook of Adult Resilience. London: The Guilford Press.

Reivich, K. and Shatté, A. (2002) The Resilience Factor: 7 Essential Skills for Overcoming Life’s Inevitable Obstacles. Broadway Books.

Rofatina, N. A., & A, P. (2016). Hubungan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi pada ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta. Jurnal Psikologi Wacana, 8(2), 1-14.

Sagone, E., & Caroli, M. E. (2014). Relationships between psychological well-being and resilience in middle and late adolescents. Social and Behavioral Sciences, 141, 881 – 887.

Schofield, T. J., parke, R. D., Coltrane, S., & Weaver, J. (2016). Optimal assessment of parenting, or how I learned to stop worrying and love reporter disagreement. Journal of Family Psychology, 30(5), 614-624. DOI:10.1037/fam0000206.

Suryaman, M. A. (2013). Pengaruh religiusitas terhadap resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang.Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 6(2), 98-103.

Unduhan

Diterbitkan

2020-02-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Peran Religiusitas dan Psychological Well-Being terhadap Resiliensi Korban KDRT. (2020). Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 10(02), 67-77. https://doi.org/10.35814/mindset.v10i02.836

Artikel Serupa

11-20 dari 51

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.