IMPLEMENTASI METODE FMEA & FTA UNTUK MEMPREDIKSI DELIVERY TIMEPROJECT EPC – STUDI KASUS KONSTRUKSI/ FABRIKASI POWER GENERATION MODULES 2X62MW FPSO X PROJECT PT. X DI BATAM

  • Firman Edi PT Wasco Engineering
DOI: https://doi.org/10.35814/teknobiz.v7i3.909
Abstract views: 93 | PDF downloads: 875
Keywords: Proyek, Manufaktur/Fabrikasi, FMEA, FTA, Keterlambatan, Resiko

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek ditentukan dari bagaimana scope, timeline dan biaya proyek
yang telah disepakatkan, pada suatu proyek dapat dicapai (PMBOK)[1]. Pada berbagai kasus
dalam proyek engineering, aktivitas proyek biayanya telah disusun secara ketat pada rencana
aktivitias pengelolaan proyek. Salah satu proyek pada industri perminyakan dunia adalah proyek
konstruksi fasilitas Floating Production Storage Oil (FPSO). Dalam pelaksanaan pekerjaan
subkontrak fabrikasi modul PGM pada proyek FPSO X dijumpai beberapa resiko, kendala dan
ketidakpastian yang mungkin akan terjadi pada phase engineering, procurement dan construction
yang berdampak pada keterlambatan dalam penyerahan produk kepada end user/customer sesuai
target waktu kerja yang direncanakan sebagaimana tertuang pada contract agreement.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter faktor - faktor penyebab
keterlambatan phase EPCdalam fabrikasi PGM module proyek FPSO PT X yang berpengaruh
pada kesuksesan proyek dengan mengimplementasi metode FMEA dan FTA untuk memprediksi
delivery time proyek tersebut.
Berdasarkan analisa metode FMEA yang ditampilkan pada grafik resiko didapatkan nilai
RPN yang termasuk dalam kategori area intolerable risk dengan range nilai RPN adalah > 48
sampai 126 dan nilai level of severity adalah > 4 sampai 7 serta didukung dari analisa metode FTA
yang menghasilkan 24 basic event sebagai faktor – faktor dominan penyebab terjadinya
keterlambatan dalam pelaksanaan proyek PGM modul FPSO di PT X serta terjadinya penambahan
suatu biaya pekerjaan pada phase EPC tersebut.

Published
2017-10-25
Section
Articles