OPTIMASI DESAIN SISTEM PEMANAS TUMBLE DRYER DARI ELECTRIC HEATER MENJADI SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER

  • Amri Abdulah Universitas Pancasila
DOI: https://doi.org/10.35814/teknobiz.v7i3.915
Abstract views: 113 | PDF downloads: 285
Keywords: Tumble Dryer, Heat Exchanger, Electric Heater

Abstract

Konsumsi energi yang terus meningkat memerlukan peninjauan penggunaan energi,
salah satu alternatif dalam penghematan penggunaan energi yaitu dengan memanfaatkan energi
panas terbuang. Hasil kajian energi terdapat 4 electric heater yang menggunakan energi listrik di
Plant SSP-2 untuk sistem pemanas Tumble Dryer, daya yang dibutuhkan untuk 1 electric heater
sebesar 140 kW dan penggunaan electric heater yaitu 16 jam perhari. penggunaan energi listrik
untuk proses pemanasan ini cukup besar sehingga diperlukan suatu analisis sistem pemanas
Tumble Dryer dengan mengganti electric heater ke Alat penukar kalor shell and tube dengan
desain yang optimal, sumber panas yang dibutuhkan Alat penukar kalor shell and tube
memanfaatkan energi panas yang terbuang dari Plant CP-2 yang kembali ke Dow Coal Boiler-2.
Metode analisis Alat penukar kalor shell and tube menggunakan metode sederhana dengan
eksperimen full factorial 4 variabel bebas 3 level sehingga ada 81 iterasi lalu dari hasil tersebut
dipilih nilai koefisien perpindahan panas (U) yang paling besar, setelah dlakukan eksperimen
hasilnya divalidasi menggunakan software HTRI. Hasil yang diperoleh dari perhitungan manual
didapat nilai Koefisien perpindahan panas (U)= 65.34 W/m2.K luas area (A) sebesar 11.72 m2
dan nilai (Q) = 29.99 kW sedangkan hasil dari perhitungan software HTRI hasilnya tidak jauh
berbeda yaitu nilai Koefisien perpindahan panas (U)= 65.67 W/m2.K luas area (A) sebesar 11.73
m2 dan nilai (Q) = 26.5 kW, sehingga optimasi desain Alat penukar kalor shell and tube tersebut
merupakan hasil yang optimal dan bisa digunakan untuk mengganti electric heater yang akhirnya
didapat penghematan penggunaan energi di Plant SSP-2 sebesar 560 kW x 16 = 8960 kWh perhari,
perkiraan biaya investasi dibandingkan dengan hasil penghematan diperoleh nilai modal kembali
setelah 1 tahun.

Published
2017-10-27
Section
Articles