IDENTIFIKASI RAGAM HIAS PADA EKSTERIOR RUMAH TRADISIONAL BALI DI DESA TENGANAN
Kata Kunci:
desa tenganan, makna simbolik, ragam hias bali, rumah tradisional, tampak bangunanAbstrak
Ragam hias tradisional Bali merupakan manifestasi nilai spiritual, simbolik, dan sosial yang mencerminkan keseimbangan antara manusia, alam, dan kepercayaan. Setiap penerapan ragam hias pada bangunan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis dalam arsitektur, tetapi juga sebagai media penyampai pesan budaya yang sarat makna filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, motif, dan makna simbolik ragam hias pada eksterior rumah tradisional di Desa Tenganan, Bali, yang dikenal dengan karakter arsitektur sederhana dan geometris khas masyarakat Bali Aga. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan dan studi literatur untuk mengamati penerapan ragam hias pada tampak depan, belakang, dan samping rumah tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tampak depan, ornamen geometris digunakan sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan; pada tampak belakang, bentuk ragam hias lebih sederhana dan menonjolkan keselarasan dengan alam; sedangkan pada tampak samping, ornamen berupa pola geometris dan flora-fauna yang disederhanakan melambangkan hubungan harmonis antara dunia sekala dan niskala. Temuan ini menegaskan bahwa ragam hias di Desa Tenganan tidak hanya memperindah arsitektur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kosmologis masyarakat Bali Aga yang perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Bali.
Unduhan
Referensi
[1] I. P. P. Suryadana, I. W. Mudra, and I. N. Suardina, “Kajian Bentuk , Filosofi Ornamen dan Konstruksi Sanggah Rong Tiga Hindu di Bali,” pp. 8–17, 2020.
[2] G. Hartanti and A. Nediari, “SEBAGAI UPAYA KONSERVASI BUDAYA BANGSA KHUSUSNYA PADA PERANCANGAN INTERIOR HASIL DAN PEMBAHASAN Provinsi Bali,” pp. 521–540.
[3] J. Tremblay et al., “Masyarakat Desa,” Educacao e Sociedade, vol. 1, no. 1, pp. 1689–1699, 2016.
[4] D. Maghfira et al., “Akulturasi Desa Tenganan Kebudayaan Arsitektur Lama Untuk Kelangsungan Masa Depan,” Seminar Karya dan Pameran Mahasiswa Arsitektur Indonesia:Multikulturalisme Arsitektur Indonesia, pp. 350–362, 2016.
[5] D. A. N. Transformasi and D. Bali, “Filosofi, estetika, dan transformasi dekorasi bali dari tradisi hingga modern,” vol. 7, pp. 40–44, 2025.
[6] “Tenun Gringsing di Desa Tenganan Pangringsingan,” no. April, 2015.
[7] K. Manggis and K. Karangasem, “Nilai-nilai Kearifan Lokal Pada Motif Kain Tenun Gringsing di Desa,” vol. 6, no. 2, pp. 118–124, 2025.
[8] I. K. Adhimastra, “Arsitektur bali aga desa tenganan,” vol. 12, no. 1, pp. 57–68, 2024.
[9] “Alamy – Stock Images, Vectors & Videos,” Alamy. Accessed: Nov. 20, 2025. [Online]. Available: https://www.alamy.com
[10] D. H. Rahmi, “Change in and continuity of traditional village architecture: the Bali Aga village of Tenganan Pegringsingan, Bali, Indonesia,” Built Heritage, vol. 9, no. 1, 2025, doi: 10.1186/s43238-025-00216-w.
[11] “Tampak belakang rumah tradisional Desa Tenganan,” Bali Express, 2025.
[12] T. Di, D. Adat, K. Karangasem, P. S. Arsitektur, F. Teknik, and U. Dwijendra, “PENGARUH MODERNISASI TERHADAP BAHAN BANGUNAN HUNIAN BALI I Gede Bagus Rae Indra Tenganan adalah salah satu desa tradisional atau desa tua di Bali atau sering disebut Bali Aga . Desa Tenganan adalah desa Bali Aga yang tidak menganut kasta . Desa Tradisiona,” vol. 8, no. 1, pp. 59–66, 2020.
[13] “Indonesia Photo Gallery: Tenganan Village,” Mermaid Underwater Photographic. Accessed: Nov. 20, 2025. [Online]. Available: https://www.underwater.org/mermaid/Indonesia/Tenganan/index.html
[14] “Rumah Tradisional di Desa Tenganan.,” 2025.
[15] I. G. Putu, G. Widiana, Y. Asri, D. Ni, and I. W. A. Putrayasa, “International Journal of Engineering Business and Social Science Spiritual Harmony and Architecture : Tracing the Influence of Nusantara Tantra in the Design of Balinese Traditional Houses,” vol. 3, no. 04, 2025.






