ASPEK TRI MANDALA DALAM TATA RUANG DESA PENGLIPURAN
Kata Kunci:
penglipuran, tri hita karana, kaja-kelodAbstrak
Desa Adat Penglipuran, sebagai salah satu desa Bali Aga, mempertahankan tata ruang tradisional yang didasarkan pada nilai spiritual dan kosmologi Bali. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana aspek Tri Mandala diterapkan secara sistematis sebagai prinsip dasar pembentukan pola spasial desa tersebut. Landasan filosofis utamanya adalah Tri Hita Karana, yaitu prinsip keseimbangan holistik antara Tuhan, manusia, dan alam. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dan lapangan untuk memetakan kesesuaian antara konsep arsitektur filosofis Bali dengan hierarki ruang fisik di Penglipuran. Temuan kunci menunjukkan bahwa desa ini memiliki pola kawasan linear yang konsisten, yang secara fisik mewujudkan prinsip zonasi Tri Mandala. Zonasi ini terbagi secara tegas: Utama Mandala (zona paling suci, Pura) berada di arah Kaja (Utara); Madya Mandala (zona sosial, permukiman) di bagian tengah; dan Nista Mandala (zona profan, pemakaman) di arah Kelod (Selatan).
Unduhan
Referensi
[1] T. H. E. Patterns, O. F. The, T. Settlement, and I. N. The, “Spatial Orientation and the Patterns of the Traditional Settlement in the Eastern Bali Investigating New Tourism Atractions,” vol. 29, no. 2, 2020.
[2] G. A. Siswadi and S. D. Maharani, “Dimensi Aksiologis pada Tata Letak Bangunan di Bali Berdasarkan Lontar Asta Kosala Kosali,” Sphatika J. Teol., 2023, doi: 10.25078/sphatika.v14i2.3038.
[3] C. Study, P. Bali, and T. Village, “Local Wisdom as Cultural Resilience on Tourism Activities,” vol. 14, no. 1, pp. 95–105, 2022.
[4] B. Rizfa, “Bali Traditional Settlement Morphology Analysis: Penglipuran, Kubu Village, Bangli Regency, Bali Province,” vol. 43, no. 1, pp. 47–53, 2016, doi: 10.9744/dimensi.43.1.47-54.
[5] I. K. M. Wijaya, “The Local Wisdom Study of Luan And Teben Concept on Balinese Ethnic Houses,” vol. 12, no. 2, pp. 156–166, 2020.
[6] R. S. Dewi and A. Joedawinata, “Tri Mandala in the Layout of Pakraman Penglipuran Bangli, Bali,” ARTic, vol. 4, no. 1, pp. 373–382, 2021, doi: 10.34010/artic.v4i1.4790.
[7] I. Wijaya, “Effect Local Direction on Balinese Traditional Settlement Layout, Case Study: Pengotan Traditional Village in Bali, Indonesia,” Civ. Eng. Archit., 2020, doi: 10.13189/cea.2020.080622.
[8] M. Ioannis and K. Kamvysselis, “Melukat : Exploring the Educational Significance of Purity in Balinese Ritual Practices and Religious Leadership Development,” vol. 12, no. 5, pp. 102–116, 2023, doi: 10.5539/jel.v12n5p102.
[9] “Konsep Sanga Mandala Dalam Arsitektur Tradisional Bali,” tarubali PUPRKIM Provinsi Bali.
[10] N. Putu, I. Candra, and I. W. W. Kharisma, “Tri Hita Karana sebagai Ideologi Kehidupan Masyarakat Bali dalam Pengembangan Desa Wisata Penglipuran Bali,” vol. 2, no. 2, pp. 60–70, 2022.
[11] M. M. Sudarwani, I. Priyoga, D. A. Penglipuran, K. Bangli, and D. A. Cempaga, “A Study on Space Pattern and Traditional House of Penglipuran Village,” vol. 3680, no. 2, pp. 248–257, 2018.
[12] N. Ketut, A. Dwijendra, D. Fakultas, T. Program, S. Arsitektur, and U. Udayana, “Perumahan dan Permukiman Tradisional Bali,” vol. 1, no. 1, 2003.
[13] P. A. W. Kasuma and I. Suprijanto, “Karakteristik Ruang Tradisional pada Desa Adat Penglipuran,” J. Permukim., vol. 4, no. 1, p. 40, 2012.
[14] M. M. Sudarwani and I. Priyoga, “a Study on Space Pattern and Traditional House of Penglipuran Village,” Arsitektura, vol. 16, no. 2, p. 248, 2018, doi: 10.20961/arst.v16i2.23864.
[15] P. A. W. Kasuma and I. Suprijanto, “KARAKTERISTIK RUANG TRADISIONAL PADADESA ADAT PENGLIPURAN, BALICharacteristic of TraditionalSpace in the Traditional Village of Penglipuran, Bali,” J. Permukim., vol. 4, no. 1, p. 40, 2012.
[16] W. Arimbawa and I. K. G. Santhyasa, “Perpektif Ruang Sebagai Entitas Budaya Lokal Orientasi Simbolik Ruang Masyarakat Tradisional Desa Adat Penglipuran, Bangli-Bali,” Local Wisdom J. Ilm. Kaji. Kearifan Lokal, vol. 2, no. 4, pp. 1–9, 2010.
[17] M. M. Sudarwani, “The Local Wisdom Form of Sustainable Architecture in Penglipuran Village,” Int. J. Eng. Technol. Manag. Res., vol. 5, no. 3, pp. 59–66, 2020, doi: 10.29121/ijetmr.v5.i3.2018.177.






