Online Disinhibition dan Cyberloafing pada Pekerja
DOI:
https://doi.org/10.35814/mindset.v2i01.5515Kata Kunci:
cyberloafing, online disinhibition, pekerjaAbstrak
Cyberloafing atau perilaku pekerja yang melakukan aktivitas daring di luar pekerjaannya pada saat jam kerja sudah menjadi hal yang umum selama 20 tahun terakhir, dan sulit untuk dihindari karena hampir semua pekerjaan membutuhkan akses internet. Hal tersebut bisa mengganggu efektivitas pekerjaannya, namun belum banyak penelitian mengenai hal ini, terutama jika dikaitkan dengan online disinhibition. Online disinhibition merupakan kondisi psikologis yang dialami individu yang merasa lebih nyaman untuk melakukan perilaku tertentu secara daring dibanding di kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara online disinhibition dengan cyberloafing pada pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif, khususnya korelasional. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Instrumen Social Purpose Cyberloafing (Megawati, dkk., 2023) untuk mengukur perilaku cyberloafing dan Online Disinhibition Scale (Suler, 2004) untuk mengukur online disinhibition. Responden pada penelitian ini berjumlah 121 orang, yang diperoleh dengan convenience technique sampling, responden mengisi kuesioner penelitian pada situs menelisik.id. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah adanya hubungan antara online disinhibition dengan cyberloafing pada pekerja. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penelitian untuk mengetahui peranan online disinhibition terhadap cyberloafing. Saran aplikatif untuk para pemimpin perusahaan agar menciptakan suasana yang membuat pekerja lebih nyaman bekerja sehingga mengurangi perilaku cyberloafing pada pekerja.
Referensi
APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). (Maret 10, 2023). Survei APJII pengguna internet di Indonesia tembus 215 juta orang. APJII.or.id. Diakses dari: https://apjii.or.id/berita/d/survei-apjii-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-215-juta-orang
Ardilasari, N. & Firmanto, A. (2017). Hubungan self-control dan perilaku cyberloafing pada Pegawai Negeri Sipil. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. 5(1), 19-39.
Cahyarudin, F.D. 92023). Hubungan antara online disinhibition dengan cyberbullying pada pengguna Facebook. Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Malang.
de Lara, P.Z.B., Viera-Armas, M., & Garcia, G. D. B. (2020). Does supervisor’s mindfulness keep employees from engaging in cyberloafing out of compassion at work? Personnel Review, 49(2), 670-687. DOI 10.1108/PR-12-2017-0384
Griffiths, M. (2010). Internet abuse and internet addiction in the workplace. The Journal of Workplace Learning, 22(7), 463-472. DOI 10.1108/13665621011071127
Herdiati, M.F., Sujoso, A.D.P., & Hartanti, R.I. (2015) pengaruh stresor kerja dan persepsi sanksi organisasi terhadap perilaku cyberloafing di Universitas Jember. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 179-185.
Joinson, A. N. (1998). Causes and implications of disinhibited behavior on the Internet. In J. Gackenbach (Ed.), Psychology and the Internet: Intrapersonal, interpersonal, and transpersonal implications (pp. 43–60). Academic Press.
KBBI. (2016). Arti kata daring. Diakses darihttps://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/daring
Kusnandar, V.B. (November 15, 2022). Ini jumlah angkatan kerja Indonesia pada Agustus 2022. Databoks.Katadata.co.id. Diakses dari: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/11/15/ini-jumlah-angkatan-kerja-indonesia-pada-agustus-2022
Lim, V. K. 2002. The IT way of loafing on the job: Cyberloafing, neutralizing and organizational justice. Journal of Organizational Behavior: The International Journal of Industrial, Occupational and Organizational Psychology and Behavior, 23(5), 675-694. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/job.161.
LMS Spada. (2021). Definisi cybercrime. Diakses dari: https://lmsspada.kemdikbud.go.id/mod/page/view.php?id=57347#:~:text=Dunia%20Cyber%20atau%20dalam%20istilah,secara%20online%20(terhubung%20langsung).
Mahendra, M.A & Tefa, G. (2022). Studi fenomenologi perilaku cyberloafing PNS di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten karangasem Provinsi Bali. Jurnal MSDA (Manajemen Sumber Daya Aparatur), 1(1): 1-15. DOI 10.33701/jmsda.v10i1.2509
Maurhea, S.D. (2020). Pengaruh perilaku cybeloafing terhadap produktivitas kerja pada karyawan Bank Riau Kepri cabang Syariah Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.
Mazidi, A.K., Rahimnia, F., Mortazavi, S. & Lagzian, M. (2021). Cyberloafing in public sector of developing countries: job embeddedness as a context. Personnel Review, 50(7), 1705-1738. DOI 10.1108/PR-01-2020-0026
Megawati, H., Rustyawati, R., Suryaratri, R.D., & Kusumawardhani, S.J. (2023). Analisis faktor konfirmatori terhadap skala cyberloafing mahasiswa. Jurnal penelitian dan Pengukuran Psikologi, 12(1), 35-43. DOI: https://doi.org/10.21009/JPPP.121.05
Oxford Learners Dictionaries. (2023). Definition of loafing. Diakses dari: https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/loaf_2?q=loafing
Rahmah, I.L., Nurmayanti, S. dan Surati. (2020). The role of cyberloafing mediation on the influence of role conflict and role ambiguity on performance. International Journal of Innovative Science, Engineering & Technology, 7(7), 207–220.
Santoso, Y.O. & Wibowo, D.H (2022). Perilaku cyberloafing dapat menimbulkan prokrastinasi kerja yang membahayakan perusahaan. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(4), 702-710. DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v10i4.9133
Sarfraz, M., Khawaja, K.F., & e-Farwah, U. (2023). Is the internet a double-edged sword for organizations? An empirical study on cyberloafing. Information and Technology Management. https://doi.org/10.1007/s10799-022-00385-5
Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. Cyberpsychology and Behavior, 7(3), 321–326.
Udris, R. (2014). Cyberbullying among high school students in Japan: Development and validation of Online Disinhibition Scale. Computer in Human Behavior, 41, 253-261. http://dx.doi.org/10.1016/j.chb.2014.09.036
Wachs, S. & Wright, M.F. (2018). Association between bystanders and perpetrators of online hate: The moderating role of toxic online disinhibition. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15, 1-9. doi:10.3390/ijerph15092030
Wu, S., Lin, T.C., & Shih, J.F. (2016). Examining the antecedents of online disinhibition. Information Technology & People, 30(1), 189-209. DOI 10.1108/ITP-07-2015-0167

