Post-Publication Discussion

Diskusi Pascapublikasi (Post-Publication Discussion)

1. Pendahuluan

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila, Universitas Pancasila, berkomitmen untuk menjaga integritas, transparansi, dan kredibilitas publikasi ilmiah. Jurnal Riset Bisnis menyadari bahwa evaluasi dan pengembangan ilmu pengetahuan tidak berakhir ketika sebuah artikel diterbitkan, melainkan berlanjut melalui diskusi akademis, kritik, klarifikasi, dan pertukaran gagasan.

Sesuai dengan prinsip-prinsip Committee on Publication Ethics (COPE) dan standar etika publikasi yang diakui secara internasional, Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila menyambut baik tanggapan ilmiah, kritik konstruktif, dan permintaan klarifikasi mengenai artikel yang telah dipublikasikan.

Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat dialog akademis, meningkatkan kualitas penelitian, mendorong akuntabilitas ilmiah, dan menjaga keandalan rekam jejak akademis yang dipublikasikan.

2. Ruang Lingkup Diskusi Pascapublikasi

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila menyambut baik diskusi ilmiah dan tanggapan mengenai:

  • Argumen teoritis, kerangka konseptual, dan interpretasi ilmiah yang disajikan dalam artikel yang dipublikasikan.

  • Metodologi penelitian, prosedur pengumpulan data, teknik analisis, dan validitas temuan penelitian.

  • Akurasi, keandalan, dan keterulangan (reproducibility) hasil penelitian.

  • Interpretasi alternatif, bukti tambahan, dan debat akademis yang relevan.

  • Potensi kesalahan, keterbatasan, atau masalah etis yang berkaitan dengan artikel yang dipublikasikan.

Seluruh pengajuan harus relevan secara akademis, didukung oleh argumen berdasar atau bukti yang terverifikasi, serta disajikan secara konstruktif dan profesional.

3. Pengajuan Tanggapan Ilmiah

Pembaca, peneliti, dan anggota komunitas akademis dapat mengajukan komentar, surat kepada redaksi (letters to the editor), atau tanggapan ilmiah mengenai artikel yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila.

Pengajuan harus mengidentifikasi artikel yang sedang dibahas, termasuk judul, nama penulis, rincian publikasi, dan DOI (jika tersedia).

Kontributor harus menyajikan argumen yang jelas, memberikan bukti pendukung yang relevan, mengungkapkan potensi konflik kepentingan, dan mematuhi kebijakan etika publikasi jurnal.

Tanggapan dapat diajukan melalui sistem pengajuan naskah (OJS/manuscript submission system) atau alamat surel resmi Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila.

Dewan Redaksi bertanggung jawab untuk menilai relevansi, bobot akademis, dan kelayakan dari setiap pengajuan sebelum dipertimbangkan untuk dipublikasikan.

4. Penilaian dan Penelaahan Redaksi

Seluruh pengajuan akan menjalani penilaian awal oleh redaksi untuk mengevaluasi relevansi, kualitas ilmiah, bukti pendukung, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.

Jika diperlukan, Pemimpin Redaksi (Editor-in-Chief) dapat meminta saran dari pakar independen atau mengatur penelaahan sejawat (peer review), terutama untuk tanggapan yang melibatkan masalah metodologis, analitis, atau integritas penelitian yang substansial.

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila membedakan antara perbedaan pendapat ilmiah yang sah dan tuduhan pelanggaran etika penelitian. Kekhawatiran yang mengindikasikan pelanggaran etika akan ditangani melalui prosedur integritas penelitian yang sesuai, dengan merujuk pada panduan COPE yang relevan.

Seluruh keputusan redaksi akan dibuat secara adil, independen, serta tanpa diskriminasi atau pengaruh yang tidak semestinya.

5. Hak Penulis untuk Menjawab

Ketika kritik atau komentar ilmiah yang substantif dipertimbangkan untuk dipublikasikan, penulis korespondensi dari artikel yang bersangkutan biasanya akan diundang untuk memberikan tanggapan.

Penulis akan diberikan kesempatan yang layak untuk menjelaskan metode penelitian mereka, mempertahankan interpretasi mereka, mengklarifikasi temuan mereka, atau mengakui kesalahan yang teridentifikasi.

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila dapat mempublikasikan komentar ilmiah dan tanggapan penulis secara bersamaan atau sebagai publikasi terpisah yang terhubung secara elektronik, tergantung pada penilaian redaksi.

Jika dianggap perlu, redaktur dapat mengizinkan tanggapan lanjutan dari kontributor awal. Redaktur dapat membatasi pertukaran sanggahan berikutnya untuk memastikan bahwa diskusi tetap fokus, konstruktif, dan proporsional.

Tidak adanya tanggapan dari penulis tidak secara otomatis menghalangi publikasi kritik ilmiah yang memiliki dasar akademis yang kuat.

6. Etika dan Tanggung Jawab dalam Diskusi Pascapublikasi

Seluruh diskusi pascapublikasi harus menjunjung tinggi integritas akademis, rasa hormat terhadap sesama peneliti, transparansi, dan keadilan.

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila tidak menerima komentar yang mengandung serangan pribadi, pernyataan pencemaran nama baik, pelecehan, diskriminasi, bukti rekaan, misrepresentasi yang disengaja, atau tuduhan tanpa dasar bukti yang memadai.

Kontributor harus membedakan antara kritik ilmiah terhadap karya yang dipublikasikan dan tuduhan pribadi terhadap penulisnya, serta harus mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan.

Kekhawatiran yang melibatkan informasi rahasia, data pribadi, atau dugaan pelanggaran integritas penelitian harus disampaikan langsung ke kantor redaksi melalui saluran rahasia yang sesuai agar dapat dinilai sebagaimana mestinya.

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila dapat menolak, meminta revisi, atau menghapus komentar yang melanggar ketentuan ini, sesuai dengan prosedur moderasi dan kebijakan redaksinya.

7. Koreksi dan Tindakan Redaksi Pascapublikasi

Jika diskusi pascapublikasi mengidentifikasi kesalahan substansial atau menimbulkan keraguan yang beralasan mengenai integritas atau keandalan suatu artikel, Dewan Redaksi akan melakukan penilaian lebih lanjut.

Tergantung pada sifat dan tingkat keseriusan masalah, tindakan redaksi dapat meliputi:

  • Menerbitkan koreksi (correction).

  • Menerbitkan klarifikasi redaksi atau adendum.

  • Menerbitkan pernyataan keprihatinan (expression of concern).

  • Membatalkan/menarik artikel (retraction) apabila kriteria yang berlaku terpenuhi.

  • Merujuk masalah integritas penelitian ke lembaga terkait atau pihak berwenang yang kompeten, jika sesuai.

Seluruh tindakan akan mengikuti kebijakan jurnal yang berlaku mengenai koreksi, pernyataan keprihatinan, dan penarikan artikel, dengan mempertimbangkan panduan COPE yang relevan.

Pemberitahuan resmi dari redaksi harus diidentifikasi secara jelas, dapat diakses oleh publik, dan terhubung secara permanen dengan artikel aslinya.

8. Transparansi dan Aksesibilitas

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila berkomitmen untuk memastikan bahwa diskusi ilmiah dan hasil keputusan redaksi dapat diakses oleh pembaca secara transparan.

Komentar ilmiah, tanggapan penulis, dan pemberitahuan redaksi yang telah disetujui akan dipublikasikan di bagian jurnal yang sesuai dan terhubung secara elektronik ke artikel yang dibahas, apabila memungkinkan secara teknis.

Korespondensi ilmiah resmi dapat menerima DOI dan metadata publikasi sesuai dengan prosedur penerbitan jurnal.

Rekam jejak akademis akan tetap dijaga, dan setiap perubahan substansial akan didokumentasikan melalui pemberitahuan redaksi yang sesuai.

9. Independensi Redaksi dan Pengambilan Keputusan

Pemimpin Redaksi dan Dewan Redaksi mengawasi pelaksanaan kebijakan ini dan memastikan bahwa seluruh tanggapan dinilai secara obyektif dan konsisten.

Redaktur yang memiliki konflik kepentingan terkait harus mengundurkan diri dari proses penilaian atau pengambilan keputusan mengenai masalah yang bersangkutan.

Jurnal Ilmiah Akuntansi Pancasila memegang wewenang untuk menentukan kesesuaian, format, persyaratan penelaahan, dan publikasi dari tanggapan ilmiah. Keputusan harus didasarkan pada bobot akademis, bukti pendukung, etika publikasi, dan kebutuhan untuk menjaga integritas rekam jejak akademis.

10. Tinjauan Kebijakan

Kebijakan ini akan ditinjau secara berkala untuk memastikan konsistensi dengan perkembangan dalam penerbitan ilmiah, integritas penelitian, dan standar redaksi internasional.

Kebijakan ini disusun berdasarkan panduan dan praktik etika publikasi yang relevan dari Committee on Publication Ethics (COPE), Wiley, Taylor & Francis, PLOS, serta penerbit ilmiah relevan lainnya.