The Process of Self-Acceptance among Students Who Have Experienced Sexual Harassment on Campus
DOI:
https://doi.org/10.64228/c6py1659Kata Kunci:
mahasiswa, pelecehan seksual, penerimaan diriAbstrak
Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang dapat berdampak pada psikologis korban, termasuk perasaan rendah diri, trauma, dan perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penerimaan diri pada mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual di kampus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban mengalami dampak psikologis signifikan, seperti keinginan untuk mengakhiri hidup, menarik diri dari lingkungan sosial, dan menurunnya performa akademik. Proses penerimaan diri difasilitasi oleh dukungan sosial dari teman serta meningkatnya religiositas, yang membantu korban bangkit dan memperbaiki perilaku negatif. Penelitian ini menekankan pentingnya sistem dukungan dan pendekatan spiritual dalam pemulihan korban kekerasan seksual.
Referensi
Amalia, F. & Darojat, A. A. (2022). Peran dukungan sosial keluarga dalam proses penerimaan diri pada remaja korban kekerasan seksual. Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies, 2(2).
Bahri, S. & Fajriani, D. (2015). Suatu Kajian Awal Terhadap Tingkat Pelecehan Seksual Di Aceh. Jurnal Pencerahan, 9(1), 50–65.
Bernard, M. E. (2013). The Strength of Self-Acceptance. In M. E. Bernard (Ed.), (2013). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-6806-
Bernard, M. E., Vernon, A., Terjesen, M. & Kurasaki, R. (2013). Self-acceptance in the education and counseling of young people. The Strength of Self-Acceptance: Theory, Practice and Research, 155–192.
Creswell, J. W. (2021). A concise introduction to mixed methods research. SAGE publications.
Finkelhor, D., Shattuck, A., Turner, H. A. & Hamby, S. L. (2014). The lifetime prevalence of child sexual abuse and sexual assault assessed in late adolescence. Journal of Adolescent Health, 55(3), 329–333.
Ishak, D. (2020). Pelecehan Seksual Di Institusi Pendidikan: Sebuah Perspektif Kebijakan. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 2(2), 136–144. https://doi.org/10.54783/jin.v2i2.462
Izzaturrohmah, I. & Khaerani, N. M. (2018). Peningkatan Resiliensi Perempuan Korban Pelecehan Seksual melalui Pelati-han Regulasi Emosi. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 117. https://doi.org/10.21580/pjpp.v3i1.2527
King, B. W. (2011). Language, sexuality and place: The view from cyberspace. Gender & Language, 5(1).
Marni, A. & Yuniawati, R. (2015). Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan.
Muhamad, N. (2023, Desember). Benarkah pere-mpuan banyak mengalami pelecehan dan kekerasan seksual. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/49ae1dfcc9c2c6e/cek-data-benarkah-banyak-perempuan-mengalami-kekerasan-dalam-rumah-tangga.
Nadya, S. R. (2022). Pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap penerimaan diri pada remaja korban kekerasan seksual. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Neff, K. (2010). Review of The mindful path to self-compassion: Freeing yourself from destructive thoughts and emotions. In British Journal of Psychology (Vol. 101).
Nikmatullah. (2020). Demi Nama Baik Kampus VS Perlindungan Korban: Kasus Kekerasan Seksual di Kampus. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 14(2), 37–53. https://doi.org/10.20414/qawwam.v14i2.2875
Prameswari, V. & Khoirunnisa, R. N. (2020). Penerimaan Diri Pada Perempuan Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan Oleh Keluarga. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 7(4), 62–78. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/36534
Reitanza, M. A. (2019). Penerapan Konseling Krisis Dengan Pendekatan Terapi Realitas Dalam Menangani Kecemasan Pada Mahasiswa Korban Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) (Studi Kasus Di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung) Tahun Akademik 2017/2018. Skripsi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampug, 0721, 13–17.
Rusyidi, B., Bintari, A., & Wibowo, H. (2019). Pengalaman Dan Pengetahuan Tentang Pelecehan Seksual: Studi Awal Di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi (Experience and Knowledge on Sexual Harassment: a Preliminary Study Among Indonesian University Students). Share : Social Work Journal, 9(1), 75. https://doi.org/10.24198/share.v9i1.21685
Santoso, W. R. (2011). Penerimaan Diri pada Remaja Korban Kekerasan Seksual. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Santrock, J. W. (2011). Educational psychology. McGraw-Hill.
Solomon, P. (2004). Peer support/peer provided services underlying processes, benefits, and critical ingredients. Psychiatric Rehabilitation Journal, 27(4), 392.
Trickett, P. K., Noll, J. G. & Putnam, F. W. (2011). The impact of sexual abuse on female development: Lessons from a multigenerational, longitudinal research study. Development and Psychopathology, 23(2), 453–476. https://doi.org/10.1017/S0954579411000174
Ulina, M. O., Kurniasih, O. I. & Putri, D. E. (2013). Hubungan religiositas dengan penerimaan diri pada masyarakat miskin. Prosiding PESAT, 5.
Vizza, N. A. & Ningsih, Y. T. (2019). Kontribusi dukungan sosial teman sebaya terhadap penerimaan diri remaja yatim atau piatu di panti asuhan. Jurnal Riset Psikologi, 2019(3).
Yin, R. K. (2015). Qualitative research from start to finish. Guilford publications.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

