Salam wisata!

Kita bertemu lagi dalam publikasi JTDA edisi ke IX bulan Desember. Pada akhir tahun 2021 yang padat dengan tugas-tugas dan deadline laporan yang harus diselesaikan, namun para dosen dan peneliti tetap penuh semangat untuk berkarya. Kami tim redaksi JTDA sangat mengapresiasi kerja keras para penulis dan dengan senang hati mempublikasikan karya-karya yang telah kami proses dan seleksi untuk edisi bulan Desember ini. Semoga menjadi sumber informasi yang bermanfaat untuk menambah wawasan bagi para pembaca. Untuk edisi kali ini kami mempublikasikan tujuh artikel dengan beragam tema yang terpilih untuk dipublikasikan.

Hasil Penelitian Brigitta Trianita dan Yudhiet Fajar Dewantara yang menyajikan tema tentang wisata museum yang memiliki peran penting dalam wisata edukasi, namun peminat wisatawannya masih terasa kurang, sehingga tema Analisis Ketidaktertarikan Pengunjung Datang Ke Museum Perjuangan Kota Bogor, bisa menjadi kasus sudi yang patut disajikan. Tema tentang pandemi Covid-19, menjadi tema yang masih diminati untuk diteliti, tim peneliti Ika Suryono Djunaid, Sofiani, Stephanie Rosanto mengangkat studi komparasi penanganan dampak Covid-19 terhadap bisnis industri perhotelan kategori bintang 3 di Kota Depok (Hotel Santika Depok dan Hotel Savero Depok)

Sementara Rory Julia Rodjak, Yosi Erfinda, dan Yustisia Pasfatima Mbulu, menyajikan Analisa STP dan Bauran Pemasaran Dalam Pengembangan Paket Virtual Field Trip Godongijo yang selama ini didominasi oleh kalangan wisatawan sekolah yang memiliki minat dalam wisata edukasi di kota Depok.

Desa wisata, agrowisata, merupakan penelitian yang masih terus dikembangkan mengingat negara Indonesia memiliki kawasan desa yang lebih luas dari kawasan perkotaan. Penulis Desika Nur Jannah menyajikan tema Fasilitas Hotimart Agro Center, Sekaran, Gunung Pati di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dengan tujuan untuk mengkaji fasilitas utama, pendukung dan pelengkap yang diberikan sebagai daya tarik wisata.

Sementara Ety Setiawati dan Yan Hardiansyah melihat bahwa beberapa kesalahan dalam kegiatan pembangunan yaitu pembangunan aksesibilitas dan fasilitas wisata yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, sehingga perlu menganalisis strategi pengembangan dan pengelolaan atraksi wisata di kawasan desa. Dengan studi kasus Curug Bangkong di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan ekowisata di air terjun Bangkong yang melibatkan Kelompok Penggerak Pariwisata, Bumdes, Karang Taruna, dan PKK dalam strategi pengembangan pariwisata ini belum maksimal, dan masih terdapat ketidaksesuaian antara sustainable tourism dan konsep ekowisata.

Agung Sulistyo memilih Studi Kasus Obyek Wisata Dewi Tinalah dalam meneliti pengembangan daya tarik wisata minat khusus melalui peran serta masyarakat dan tourism marketing dalam upaya menciptakan pariwisata berkelanjutan. Dengan tujuan penelitian untuk menganalisa penerapan konsep Tourism Marketing 3.0 pada daya tarik wisata Dewi Tinalah, dalam menciptakan pariwisata unggul dan berkelanjutan.

Demikian jabaran beberapa penelitian pada edisi IX bulan Desember 2021 ini semoga dapat menjadi referensi yang dibutuhkan dan tim redaksi JTDA mengucapkan Selamat Tahun baru 2022, semoga JTDA dapat lebih berkembang untuk memuaskan harapan penulis dan pembaca setia JTDA.

Published: 2021-12-29

Articles